BerandaPOLRIMenakar Kearifan Lokal: Sumbang Pikir Tokoh Adat, Agama, dan Pemuda di MusrenbangDes...

Menakar Kearifan Lokal: Sumbang Pikir Tokoh Adat, Agama, dan Pemuda di MusrenbangDes Sukamulya

Pembangunan perdesaan yang berkelanjutan tidak semata-mata diukur dari kemegahan fisik bangunan beton, melainkan juga dari sejauh mana nilai-nilai keagamaan, harmoni sosial, dan kearifan lokal tetap terpelihara. Masukan dari para pemuka agama, sesepuh masyarakat, dan kalangan pemuda memegang peranan krusial sebagai penyeimbang moral bagi arah kebijakan birokrasi desa. Pandangan kultural ini memastikan program yang dicanangkan tidak mencabut masyarakat dari akar budayanya sendiri. Kehadiran para pemangku nilai tradisi dan generasi penerus memberikan perspektif yang utuh dalam memandang masa depan desa secara komprehensif.

Perspektif kultural dan moral tersebut mewarnai dinamika MusrenbangDesa Tahun 2026 Desa Sukamulya, Kecamatan Garawangi, Kabupaten Kuningan, yang digelar di aula balai desa setempat. Pelaksanaan musyawarah desa ini berlangsung pada Kamis (17/9/2026), dengan jam kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB hingga tuntas. Pertemuan akbar tingkat desa ini memfokuskan perbincangan pada pembahasan dan penyepakatan RKP Desa tahun 2027 serta DU RKP Desa Tahun 2028 Desa Sukamulya. Seluruh komponen masyarakat yang hadir bersepakat menetapkan skala prioritas pembangunan tahun 2026 dengan bersandar pada prinsip musyawarah mufakat.

Di dalam aula pertemuan, para tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda Desa Sukamulya duduk berdampingan dengan para Ketua RT dan RW. Mereka terlibat aktif memberikan masukan kritis terhadap rancangan program yang dipaparkan oleh jajaran panitia dan perangkat desa. Tokoh agama menekankan pentingnya pembinaan akhlak dan kegiatan sosial keagamaan, sementara pemuda menyoroti penyediaan ruang kreasi produktif bagi generasi muda desa. Aspirasi-aspirasi tersebut ditampung secara terbuka untuk kemudian diselaraskan dengan prioritas kebutuhan masyarakat Sukamulya secara keseluruhan.

Pemerintah desa dan instansi pembina wilayah menyambut hangat kontribusi pemikiran yang disampaikan oleh unsur masyarakat akar rumput tersebut. Kepala Desa Sukamulya Oong Sukansa, S.H. memimpin langsung jalannya musyawarah bersama Sekretaris Desa Sukamulya beserta perangkat Desa dan Pendamping Desa Sukamulya. Turut hadir mendampingi dari Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan, yakni Sekmat Garawangi Andi Mulyadi, SE., M.E., Danramil Garawangi Kapten Arm Juliyanto, Kapolsek Garawangi Iptu Endar Kuswanadi, SE., serta para Kasi dan Kasubag Kecamatan Garawangi. Keterlibatan lintas sektor ini menjadi bukti keterbukaan ruang publik perdesaan dalam menyerap aspirasi warganya.

Dukungan institusional terhadap program desa juga ditegaskan oleh kehadiran perwakilan lembaga desa lainnya. Forum dihadiri oleh Ketua BPD Desa Sukamulya beserta anggotanya, Ketua LPM Desa Sukamulya dan jajaran, serta tim penggerak PKK Desa Sukamulya. Alur kegiatan berjalan secara runut dimulai dari pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, doa bersama, laporan ketua panitia pelaksana, sambutan tiga pejabat utama, pemaparan topik Musrenbang, hingga penarikan kesimpulan dan penutup. Meja pimpinan sidang di panggung aula ditata rapi dengan kelengkapan proyektor visual untuk memudahkan peserta menyimak pemaparan dokumen teknis.

Berdasarkan laporan pemantauan teritorial kepolisian, seluruh tahapan musyawarah perencanaan desa di Sukamulya berlangsung aman, tertib, dan lancar tanpa adanya silang pendapat yang memicu gesekan. Ketenangan ruang musyawarah membuktikan tingginya kedewasaan sosial warga dalam berdemokrasi. Hasil kegiatan pemantauan ini dilaporkan secara tertulis oleh Kapolsek Garawangi Iptu Endar Kuswanadi, SE. kepada Kapolres Kuningan sebagai wujud akuntabilitas penugasan. Sebagai wujud koordinasi fungsional kedinasan, tembusan laporan ini juga disampaikan kepada Waka Polres Kuningan, Kabag Ops Polres Kuningan, dan Kasat Intelkam Polres Kuningan.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments