Polres Kuningan Polda Jabar – Objek vital kemasyarakatan khususnya sektor pendidikan formal terus dipantau perkembangannya secara konsisten oleh institusi kepolisian tingkat sektor di wilayah hukum Polres Kuningan. Melalui program pembinaan berkala, kepolisian berupaya membangun kesadaran kolektif sejak dini agar para pelajar memahami peran mereka dalam menjaga ketertiban nasional.
Kegiatan dinas ini dihadiri oleh Kabag Humas RSJ Cisarua Bandung selaku pembina upacara, Kepala Sekolah SMAN 1 Mandirancan beserta jajaran dewan guru, serta diikuti secara penuh oleh total peserta sebanyak 452 siswa dan siswi baru. Implementasi program sinergitas lintas instansi dalam rangka orientasi siswa baru ini terlaksana pada hari Rabu, tanggal 15 Juli 2026, pukul 06.30 WIB sampai dengan selesai.
Pelaksanaan kegiatan yang berjalan dengan tertib dan teratur ini berlokasi di area kampus SMAN 1 Mandirancan. Kehadiran personel kepolisian yang diwakili oleh Kanit Propam Polsek Mandirancan di tengah-tengah masa orientasi ini merupakan bagian dari kalender kerja sama terpadu antara kepolisian dan dinas pendidikan setempat.
Adapun substansi arahan yang diselaraskan dengan materi pembina upacara meliputi aspek kepatuhan hukum, kedisiplinan berpakaian, ketepatan waktu, hingga pengelolaan mentalitas pelajar yang sehat. Tidak kalah penting, materi penanggulangan bullying juga ditekankan sebagai upaya menolak segala bentuk tindak kekerasan di area institusi pendidikan formal.
Dalam pernyataan resminya, Kapolres Kuningan AKBP Muhamad Ali Akbar, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Mandirancan AKP Atang Mulyana, S.E., menyampaikan pesan inti bahwa Polri menaruh harapan besar pada sinergitas dengan pihak sekolah untuk menciptakan iklim belajar yang aman dari gangguan kamtibmas. Kapolsek menekankan pentingnya komitmen bersama untuk mewujudkan sekolah yang zero-tolerance terhadap narkoba dan aksi perundungan antarmurid.
Melalui kegiatan ini, hasil signifikan yang didapatkan adalah terwujudnya nota kesepahaman tak tertulis yang kuat antara Polsek Mandirancan dan SMAN 1 Mandirancan dalam memonitor perilaku siswa. Ratusan pelajar yang menjadi objek kegiatan kini menunjukkan komitmen yang signifikan ke arah yang lebih disiplin, tertib hukum, dan taat terhadap tata tertib lembaga sekolah.




