Polres Kuningan Polda Jabar – Ketika sebagian besar warga mulai memejamkan mata dalam kedamaian malam, genderang kesiapsiagaan justru ditabuh lebih kencang oleh aparat penegak hukum di markas komando. Di bawah temaram lampu jajaran dan sorotan proyektor layar lebar, markas polisi menjelma menjadi benteng kebersamaan yang kokoh sekaligus ruang riang gembira bagi masyarakat.
Acara kebersamaan yang penuh dengan keseruan sportivitas ini dipimpin oleh Ka SPKT 2 Polsek Mandirancan Aiptu Juro Jauhari, S.H., bersama dua personel andalannya, Aiptu Tatang Sentani dan Brigpol Singgih Priyogo. Dengan mata yang tetap awas memantau sekeliling area markas di tengah jalannya laga sengit semifinal, mereka memastikan tidak ada celah bagi pelaku kejahatan untuk beraksi, di mana kegiatan ini dilaksanakan pada hari Rabu, tanggal 15 Juli 2026, dari pukul 02.00 WIB sampai dengan selesai.
Titik pertahanan kamtibmas yang diramaikan oleh ratusan pasang mata ini berlokasi tepat di Mako Polsek Mandirancan. Area komando yang biasanya sunyi di waktu dini hari tersebut mendadak semarak oleh sorak-sorai warga yang menyaksikan perebutan tiket final piala dunia.
Langkah preventif dinas malam itu tetap difokuskan penuh untuk menghalau gangguan kamtibmas berupa kejahatan konvensional C3, pembobolan modus pecah kaca kendaraan penonton, serta mengantisipasi kerumunan luar yang berpotensi memicu aksi balap liar pasca-acara. Suara bising dari knalpot tidak standar yang dapat mengganggu warga sekitar yang sedang tidur juga diantisipasi dengan penataan parkir satu pintu di area komando.
Di tengah riuhnya sorak penonton, Kapolres Kuningan AKBP Muhamad Ali Akbar, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Mandirancan AKP Atang Mulyana, S.E., menyampaikan pesan inti bahwa Polsek Mandirancan akan memanfaatkan segala lini, termasuk hobi olahraga, untuk merangkul pemuda agar menjauhi aktivitas kriminalitas jalanan. Kapolsek menegaskan bahwa Mako Polsek adalah rumah bagi masyarakat, tempat yang aman untuk bernaung sekaligus wadah koordinasi menjaga keamanan.
Kehadiran tim patroli yang melekat di lokasi nobar berhasil memicu dampak positif di mana para pemuda pulang ke rumah masing-masing dengan tertib tanpa ada aksi konvoi motor. Dari hasil pelaksanaan tugas tersebut, masyarakat merasa terayomi, kesadaran untuk mengunci ganda kendaraan meningkat, dan situasi kamtibmas yang aman kondusif di wilayah hukum Mandirancan berhasil dicapai secara maksimal.




