Polres Kuningan Polda Jabar – Upaya preventif terus digalakkan oleh aparat penegak hukum guna mengantisipasi berbagai potensi ancaman yang dapat mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban. Menghadapi dinamika sosial dan perubahan cuaca ekstrem, pihak kepolisian memandang perlu untuk melakukan tindakan pencegahan sedini mungkin langsung ke akar rumput. Fokus utama diarahkan pada pemberian edukasi yang menyeluruh agar masyarakat tidak terjebak dalam masalah hukum maupun bencana alam.
Guna merealisasikan target tersebut, institusi kepolisian mengerahkan personelnya untuk melakukan pemantauan wilayah secara berkala melalui metode tatap muka langsung. Petugas menyisir area pemukiman dan berdialog secara intensif dengan warga setempat, termasuk menyambangi kediaman Bapak Anwar untuk berdiskusi mengenai situasi terkini. Kegiatan preemtif yang berjalan dengan penuh keakraban ini diselenggarakan di kawasan Desa Cirea pada hari Kamis, 17 Juli 2026.
Tujuan utama dari pengamanan berbasis pendekatan dialogis ini adalah untuk memetakan kerawanan wilayah, baik dari segi keamanan sosial maupun potensi bencana alam yang kerap mengintai. Dengan turun langsung ke lapangan, kepolisian dapat memberikan solusi instan serta petunjuk praktis kepada warga mengenai cara menjaga lingkungan yang aman. Langkah ini juga menjadi sarana efektif untuk memotong mata rantai penyebaran isu-isu negatif yang berkembang di masyarakat.
Di lapangan, Bhabinkamtibmas Polsek Mandirancan Aipda Teguh Diantoro, S.H. secara tegas mengingatkan warga agar selalu menyaring setiap informasi yang diterima sebelum membagikannya, guna menghindari jebakan hoax. Selain isu sosial, ia juga menyoroti ancaman nyata musim kemarau, di mana warga diimbau dengan sangat untuk tidak melakukan pembakaran sampah secara sembarangan. Langkah ini dinilai sangat krusial guna mengeliminasi risiko terjadinya kebakaran lahan yang lebih luas.
Menyikapi hal tersebut, Kapolres Kuningan AKBP Muhamad Ali Akbar, S.I.K., M.Si. melalui Kapolsek Mandirancan AKP Atang Mulyana, S.E. menyampaikan pesan intinya agar seluruh elemen masyarakat memperkuat sistem keamanan lingkungan (Siskamling). Beliau juga menggarisbawahi bahwa kesadaran bersama untuk tidak memicu kebakaran lahan adalah tanggung jawab moral yang harus dipikul bersama demi kelangsungan hidup anak cucu kita di masa depan.
Kegiatan sambang terpadu ini diakhiri dengan komitmen bersama antara pihak kepolisian dan warga untuk saling menjaga komunikasi. Warga menyatakan kesiapannya untuk segera melaporkan setiap hal yang mencurigakan atau potensi titik api kepada pihak berwajib secara cepat. Dengan adanya kesepahaman ini, situasi kamtibmas di wilayah tersebut dipastikan tetap berada dalam koridor yang aman, terkendali, dan kondusif.




