Polres Kuningan Polda Jabar – Pendekatan humanis yang menyentuh langsung lapisan masyarakat terus menjadi senjata utama pihak kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan dalam negeri. Melalui komunikasi dua arah, petugas berupaya menyerap informasi sekaligus memberikan rasa aman secara visual dengan hadir langsung di tengah-tengah lembaga pendidikan formal pada jam aktivitas sekolah.
Aksi simpati di lapangan ini dilaksanakan oleh Kanit Propam Polsek Mandirancan Aiptu Munawan, S.H., yang menggandeng erat Babinsa Koramil 1514 Pancalang Pelda Zulfan dalam ikatan sinergitas kamtibmas. Kehadiran mereka berdua disambut hangat oleh jajaran dewan guru yang mengapresiasi perhatian khusus dari TNI-Polri terhadap perkembangan moral anak didik mereka. Kunjungan kemitraan yang penuh kehangatan ini berlangsung pada hari Rabu, tanggal 15 Juli 2026, dari pukul 08.00 WIB sampai dengan selesai.
Pelaksanaan rapat koordinasi dan pembinaan yang interaktif ini mengambil tempat di lingkungan kampus SMAN 1 Mandirancan. Kehadiran seragam dinas TNI dan Polri secara bersamaan memberikan dampak psikologis yang positif bagi iklim disiplin di dalam lingkungan sekolah tersebut.
Dalam dialognya, aparat keamanan menyampaikan berbagai rumusan strategis untuk membentengi siswa dari ancaman pergaulan bebas, bahaya narkotika, serta mencegah tindakan perundungan (bullying). Petugas juga memberikan edukasi agar pihak sekolah melarang siswa menggunakan sepeda motor berknalpot bising ke sekolah demi menghormati kenyamanan publik dan tata tertib lalu lintas.
Dalam maklumat kamtibmasnya, Kapolres Kuningan AKBP Muhamad Ali Akbar, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Mandirancan AKP Atang Mulyana, S.E., menyampaikan pesan inti bahwa menyelamatkan moral pelajar adalah tanggung jawab kolektif yang membutuhkan kepekaan semua pihak. Kapolsek mengajak para guru untuk berani menjadi benteng utama dalam mengarahkan siswa ke arah kegiatan positif yang produktif.
Melalui pendekatan dialogis yang humanis ini, hasil nyata yang didapatkan adalah tumbuhnya komitmen bersama untuk memperketat pengawasan terhadap perilaku siswa baik di dalam maupun di luar jam sekolah. Segala potensi gangguan kamtibmas yang bersumber dari klaster remaja berhasil diredam, sehingga situasi yang aman, tertib, dan kondusif dapat dirasakan di SMAN 1 Mandirancan.




