
Kehadiran unsur Tiga Pilar di tingkat kecamatan memegang peranan krusial dalam memastikan setiap proses perencanaan pembangunan desa berlangsung dalam koridor stabilitas yang mantap. Kerja sama harmonis antara pemerintah kecamatan, kepolisian sektor, dan komando militer teritorial menciptakan iklim musyawarah yang tertib dan berwibawa. Di samping menjamin keamanan forum, kehadiran para pimpinan kecamatan ini memberikan kepastian bahwa arah kebijakan desa tetap selaras dengan program strategis di tingkat regional. Sinergi ini sekaligus mencerminkan komitmen pengayoman negara terhadap tatanan birokrasi di tingkat tapak.
Bukti nyata keharmonisan Forkopimcam tersebut tampak saat mengawal kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (MusrenbangDesa) Tahun 2026 yang digelar di aula Balai Desa Sukamulya, Kecamatan Garawangi, Kabupaten Kuningan. Pertemuan penting ini dilaksanakan pada Kamis (17/9/2026) sejak pukul 08.00 WIB hingga rampung dengan suasana yang sangat akrab. Fokus musyawarah adalah penyusunan dan penyepakatan RKP Desa tahun 2027 serta daftar usulan rencana kerja Pemerintahan (DU RKP Desa) Tahun 2028 Desa Sukamulya. Seluruh jajaran Tiga Pilar hadir langsung guna memberikan dukungan moral dan pembinaan manajerial kepada jajaran aparatur desa.
Duduk bersama di meja utama pimpinan sidang, Sekmat Garawangi Andi Mulyadi, SE., M.E., Danramil Garawangi Kapten Arm Juliyanto, serta Kapolsek Garawangi Iptu Endar Kuswanadi, SE. Mereka mendampingi Kepala Desa Sukamulya Oong Sukansa, S.H. yang memimpin warganya merancang pembangunan masa depan. Kehadiran para Kasi dan Kasubag Kecamatan Garawangi turut memperkuat aspek pendampingan teknis administratif bagi pelaksanaan kegiatan ini. Kolaborasi lintas instansi ini memperlihatkan keseriusan bersama dalam menyatukan persepsi mengenai arah pembangunan perdesaan yang terarah dan berkesinambungan.
Di dalam ruangan aula, forum musyawarah juga diisi oleh representasi menyeluruh dari kelembagaan desa Sukamulya. Hadir Sekretaris Desa Sukamulya beserta jajaran perangkat desa, Pendamping Desa Sukamulya, serta Ketua BPD Desa Sukamulya beserta anggotanya. Unsur kemasyarakatan turut diwakili oleh Ketua LPM Desa Sukamulya dan jajaran, para Ketua RT dan RW se-Desa Sukamulya, pengurus TP PKK Desa Sukamulya, hingga tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda setempat. Keterlibatan unsur majemuk ini menegaskan bahwa dokumen perencanaan yang disusun merupakan hasil kesepakatan kolektif yang inklusif.
Proses musyawarah diawali secara khidmat dengan pembukaan resmi, kumandang lagu kebangsaan Indonesia Raya, serta pembacaan doa keselamatan. Agenda berikutnya diisi oleh penyampaian laporan ketua panitia pelaksana MusrenbangDes, disusul penyampaian pidato sambutan oleh Kepala Desa Sukamulya, Sekmat Garawangi, dan Kapolsek Garawangi. Acara berlanjut ke pemaparan materi topik Musrenbang Desa yang mengulas rincian rencana pembangunan, penarikan kesimpulan mufakat, hingga penutupan acara secara resmi. Dinamika persidangan berlangsung dinamis namun tetap terkendali dalam semangat kebersamaan memajukan desa.
Dokumentasi pemantauan resmi memperlihatkan para pimpinan Tiga Pilar Garawangi duduk berdampingan di panggung aula dengan mengenakan pakaian dinas masing-masing di bawah spanduk resmi kegiatan. Pertemuan musyawarah desa tersebut dilaporkan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar tanpa adanya kendala keamanan. Hasil pemantauan teritorial ini selanjutnya dituangkan dalam laporan kedinasan oleh Kapolsek Garawangi Iptu Endar Kuswanadi, SE. kepada pimpinan tertinggi di Polres Kuningan. Salinan laporan dinas tersebut turut ditembuskan kepada Waka Polres Kuningan, Kabag Ops Polres Kuningan, dan Kasat Intelkam Polres Kuningan guna menjaga kesinambungan komando pengamanan wilayah.





