
KUNINGAN — Ribuan warga dan santri memadati Masjid Agung Syiarul Islam Kabupaten Kuningan untuk mengikuti kegiatan Tabligh Akbar dalam rangka Puncak Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2026, Rabu pagi (28/10/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Kuningan ini mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas” serta menghadirkan penceramah kondang KH. Ahmad Muwafiq atau yang akrab disapa Gus Muwafiq.
Kapolres Kuningan AKBP Bellen Anggara Pratama, S.I.K., M.H., hadir langsung dalam kegiatan keagamaan tersebut bersama Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Provinsi Jawa Barat Andrie Kustria Wardana, S.STP., M.Si., CRBD., Bupati Kuningan Dr. Dian Rahmat Yanuar, M.Si., serta Wakil Bupati Kuningan Hj. Tuti Andriyani, S.H., M.Kn.
Kehadiran Kapolres Kuningan didampingi oleh Kasat Binmas Polres Kuningan AKP Nurjani, S.E., Kasat Samapta AKP Mukhali, S.H., M.H., dan Kapolsek Kuningan AKP Tofan Alamsyah AR, S.H., M.H. Selain itu, hadir pula jajaran Forkopimda, Kepala Kantor Kemenag Kuningan, pimpinan SKPD, pengurus PCNU, MUI, DKM Masjid Agung Syiarul Islam, serta sekitar 2.000 jamaah dan santri se-Kabupaten Kuningan.
Dalam sambutannya, Bupati Kuningan Dr. Dian Rahmat Yanuar, M.Si., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada PCNU Kabupaten Kuningan, para ulama, serta pengasuh pondok pesantren yang terus konsisten merawat tradisi kebangsaan dan keagamaan.
“Peringatan Hari Santri Nasional menjadi momentum penting untuk mengenang perjuangan para ulama dan santri dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Santri masa kini diharapkan terus meningkatkan kualitas pendidikan, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta menjaga akhlak mulia demi mendukung terwujudnya Indonesia Emas,” ujar Dian.
Sementara itu, dalam tausiyahnya, KH. Gus Muwafiq menegaskan kembali sejarah panjang peran santri dan ulama yang menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Ia menekankan pentingnya bagi para santri untuk menjaga keseimbangan antara ilmu agama, pengetahuan umum, dan akhlakul karimah di tengah cepatnya arus modernisasi.
“Santri hari ini harus mampu menjawab tantangan zaman dan memanfaatkan teknologi secara bijak tanpa kehilangan identitas serta nilai-nilai budaya bangsa. Menjaga ukhuwah Islamiyah dan persatuan nasional adalah kunci utama agar bangsa ini tidak mudah terpecah belah,” tegas Gus Muwafiq di hadapan ribuan jamaah.
Rangkaian acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Ya Lal Wathan, dan Mars Hari Santri Nasional, yang dilanjutkan dengan pengumuman pemenang berbagai lomba keagamaan, serta diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Kuningan.
Kehadiran jajaran kepolisian dalam puncak peringatan Hari Santri ini turut memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan penuh kekhidmatan sekaligus memperkuat sinergi antara ulama, umara, dan masyarakat di Kabupaten Kuningan.









