Momentum pasca sahur kerap dimanfaatkan sebagian remaja untuk berkumpul di jalanan. Kondisi tersebut berpotensi memicu perang sarung dan tawuran apabila tidak diawasi secara intensif.
Mengantisipasi hal itu, Polsek Cilimus meningkatkan patroli pada waktu menjelang subuh hingga setelah sahur. Langkah ini sebagai bentuk pencegahan dini terhadap potensi gangguan kamtibmas.
Kapolres Kuningan, AKBP Muhammad Ali Akbar, SIK, M.Si melalui Kapolsek Cilimus, AKP Mohamad Faisal, SH menegaskan bahwa pengamanan pasca sahur menjadi prioritas selama Ramadan.
Petugas menyisir sejumlah titik yang kerap dijadikan lokasi berkumpul remaja. Jalan-jalan utama dan area yang minim penerangan menjadi fokus pengawasan.
Dalam patroli tersebut, anggota memberikan imbauan secara humanis. Remaja yang kedapatan nongkrong hingga dini hari diminta kembali ke rumah masing-masing.
Selain itu, aparat juga memantau potensi balap liar yang sering muncul setelah sahur. Kehadiran polisi di lapangan terbukti efektif mencegah aksi tersebut.
Kapolsek menjelaskan bahwa perang sarung yang berkembang menjadi tawuran dapat menimbulkan korban luka. Oleh karena itu pencegahan harus dilakukan secara konsisten.
Orang tua diimbau agar memastikan anak-anaknya sudah berada di rumah setelah sahur. Pengawasan keluarga menjadi benteng utama.
Tokoh masyarakat turut dilibatkan untuk mengingatkan warga menjaga ketertiban lingkungan. Sinergi ini memperkuat langkah aparat.
Warga menyambut baik patroli pasca sahur yang dilakukan rutin. Mereka merasa lebih aman dan nyaman beraktivitas ibadah.
Polsek Cilimus menegaskan komitmennya untuk terus hadir menjaga keamanan. Tidak ada ruang bagi aksi tawuran di wilayah hukumnya.
Situasi hingga saat ini terpantau aman dan kondusif berkat patroli intensif pasca sahur.









