
Budaya kewaspadaan terhadap ancaman bahaya api harus menjadi bagian integral dari kebiasaan hidup sehari-hari masyarakat perdesaan. Ketika warga terbiasa untuk selalu memeriksa sisa api unggun atau abu pembakaran sampah sebelum meninggalkannya, risiko timbulnya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dapat dicegah secara signifikan. Mengubah pola pikir masyarakat agar lebih waspada membutuhkan edukasi yang dilakukan secara berulang melalui tatap muka langsung di lapangan. Polsek Garawangi mengambil peran aktif dalam membangun kultur kewaspadaan lokal tersebut melalui kegiatan patroli dialogis yang menyentuh langsung denyut harian masyarakat. Langkah pembinaan ini dirancang agar pesan keselamatan lingkungan dapat terinternalisasi dengan kuat di dalam benak warga.
Gerakan edukasi keselamatan ini dilangsungkan di kawasan Desa Sindangsari pada Rabu (16/9/2026), dengan jam kegiatan dimulai tepat pukul 10.00 WIB hingga selesai. Waktu dinas pada siang hari dimanfaatkan oleh personel untuk memantau langsung dinamika interaksi warga di sepanjang jalan utama perdesaan. Desa Sindangsari menjadi salah satu titik fokus pemantauan karena memiliki area terbuka dan vegetasi alami yang sewaktu-waktu dapat mengering akibat sengatan matahari. Melalui pengawasan di jalan poros perdesaan, aparat penegak hukum berupaya memastikan bahwa aktivitas warga di luar ruangan tetap berjalan tertib dan aman dari ancaman kebakaran lahan. Keberadaan petugas berseragam di ruang publik memberikan ketenangan psikologis bagi masyarakat yang melintas.
Tim piket yang memimpin pelaksanaan penugasan ini beranggotakan tiga personel Polsek Garawangi, yaitu Aiptu Gun Gun R., Aipda M. H. Sandi, dan Aipda Iis Ismaeni. Ketiga personel melaksanakan tugas dengan pendekatan yang sangat bersahabat, mengutamakan senyum dan sapaan santun kepada warga yang ditemui di pinggir jalan. Dari dokumentasi kegiatan di lapangan, tampak petugas kepolisian berhenti di bahu jalan raya desa tengah berbincang santai dengan warga pengendara motor di depan fasilitas pertokoan warga. Pendekatan komunikasi yang cair tanpa formalitas kaku ini membuat masyarakat merasa dihargai dan terbuka untuk mendiskusikan berbagai persoalan lingkungan yang mereka hadapi.
Pokok bahasan yang diuraikan oleh petugas dalam perbincangan di bahu jalan tersebut berpusat pada imbauan kamtibmas tentang antisipasi terjadinya Karhutla. Warga diingatkan untuk tidak membuang benda menyala secara sembarangan di tepi jalan yang ditumbuhi rumput kering atau semak liar. Di samping isu mitigasi bencana kebakaran lahan, para petugas juga mengajak warga untuk bersama-sama menjaga Kamtibmas di lingkungan tempat tinggal masing-masing demi memelihara kerukunan sosial. Semangat gotong royong warga dalam mengawasi lingkungan bertetangga ditegaskan sebagai modal sosial yang sangat berharga dalam menangkal gangguan ketertiban. Keteraturan lingkungan perdesaan dipandang sebagai tanggung jawab bersama yang harus senantiasa dipelihara.
Tidak ketinggalan, personel piket mengingatkan warga agar tidak segan untuk segera melapor kepada pihak yang berwajib jika menjumpai hal-hal mencurigakan atau terjadi keadaan darurat. Warga diyakinkan bahwa jajaran Polsek Garawangi selalu bersiaga melayani dan merespons setiap pengaduan masyarakat secara cepat dan profesional. Kemudahan saluran pelaporan ini disosialisasikan agar masyarakat tidak merasa ragu atau sungkan saat membutuhkan pertolongan penegak hukum di lingkungannya. Kerja sama yang tanggap antara aparat keamanan dan warga lokal menjadi benteng pertahanan terbaik dalam menjaga ruang hidup desa tetap asri dan aman. Partisipasi cepat masyarakat diposisikan sebagai mata dan telinga aparat kepolisian dalam menjaga ketertiban wilayah.
Pelaksanaan patroli pembinaan di Desa Sindangsari tersebut berakhir dengan situasi lingkungan yang secara umum dilaporkan berada dalam keadaan aman kondusif. Sikap kooperatif dari para pengguna jalan membuktikan bahwa pola pendekatan dialogis mampu menumbuhkan kesadaran tertib hukum secara alami di tengah masyarakat. Laporan resmi mengenai pelaksanaan tugas piket ini selanjutnya disampaikan oleh Kapolsek Garawangi Iptu Endar Kuswanadi, S.E. kepada pimpinan di Polres Kuningan. Demi menjaga ketertiban administrasi dan keterpaduan komando dinas, tembusan laporan dinas ini juga disampaikan kepada Wakapolres Kuningan serta Kabag Ops Polres Kuningan untuk menjadi bahan evaluasi teritorial berkala.