KUNINGAN – Kebakaran lahan perkebunan bambu terjadi pada Sabtu malam, 3 Oktober 2026, sekitar pukul 21.00 WIB di kawasan Nubulak Jati, Pajaten, Dusun Kliwon, Desa Sangkanurip, Kecamatan Cigandamekar, Kabupaten Kuningan. Peristiwa tersebut mendapat penanganan cepat dari warga bersama aparat kepolisian dan petugas pemadam kebakaran.
Lahan yang terbakar merupakan perkebunan bambu milik Sahidi, warga Desa Sangkanurip, Kecamatan Cigandamekar, Kabupaten Kuningan. Kobaran api sempat membakar sejumlah bagian lahan sehingga diperlukan upaya pemadaman secara bersama-sama untuk mencegah api semakin meluas.
Begitu mengetahui adanya kejadian tersebut, masyarakat sekitar langsung berupaya membantu penanganan. Personel Polsek Cilimus yang menerima informasi juga segera mendatangi lokasi untuk melakukan pengamanan sekaligus membantu proses pemadaman.
Untuk memperkuat penanganan, satu unit pemadam kebakaran Kabupaten Kuningan turut diterjunkan ke lokasi. Kehadiran kendaraan pemadam tersebut membantu petugas dan masyarakat dalam mengendalikan kobaran api yang berada di kawasan perkebunan bambu.
Proses pemadaman berlangsung cukup menegangkan karena api membakar tanaman bambu yang memiliki sifat mudah terbakar. Petugas harus memastikan kobaran api tidak menjalar ke bagian lain dari perkebunan maupun kawasan yang berdekatan dengan lokasi kejadian.
Personel kepolisian bersama masyarakat membantu mengamankan area sekitar lokasi. Warga juga diarahkan untuk tetap berhati-hati dan tidak mendekati titik api secara berlebihan demi menjaga keselamatan selama proses pemadaman berlangsung.
Petugas pemadam kebakaran kemudian melakukan penyemprotan air secara intensif pada bagian-bagian lahan yang terbakar. Proses tersebut dilakukan secara bertahap sambil memastikan kobaran api semakin mengecil.
Kurang lebih selama 1 jam 20 menit dilakukan upaya pemadaman hingga akhirnya api berhasil dikendalikan dan dinyatakan padam. Setelah itu, petugas melakukan pengecekan kembali untuk memastikan tidak terdapat api maupun bara yang masih berpotensi menyebabkan kebakaran kembali.
Informasi awal di lapangan menyebutkan bahwa kebakaran diduga dipicu oleh kelalaian seseorang yang membakar sampah di sekitar area perkebunan bambu. Api dari pembakaran sampah tersebut diduga merambat ke tanaman bambu hingga akhirnya menyebabkan terjadinya kebakaran.
Menurut Kapolres Kuningan AKBP Bellen Anggara Patama, SIH, MH melalui Kapolsek Cilimus AKP Mohamad Faisal, SH mengatakan bahwa masyarakat harus lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas yang menggunakan api, terutama di sekitar perkebunan dan lahan terbuka.
“Peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita semua agar tidak melakukan pembakaran sampah sembarangan. Api yang awalnya kecil dapat dengan cepat membesar apabila berada di dekat tanaman bambu, rumput kering atau material lain yang mudah terbakar,” ungkapnya.
Kapolsek juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah membantu petugas selama proses penanganan. Menurutnya, kepedulian dan kebersamaan masyarakat sangat membantu aparat dalam mengendalikan situasi, terutama ketika terjadi keadaan darurat seperti kebakaran.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar segera melaporkan setiap kejadian kebakaran kepada aparat maupun petugas pemadam kebakaran. Kecepatan informasi dan respons menjadi faktor penting agar api dapat segera ditangani sebelum menimbulkan kerugian yang lebih besar.
Dengan kerja sama antara masyarakat, Polsek Cilimus dan petugas pemadam kebakaran Kabupaten Kuningan, kebakaran lahan perkebunan bambu tersebut akhirnya berhasil dipadamkan. Situasi di lokasi kejadian selanjutnya dapat dikendalikan dan tetap dalam keadaan aman serta kondusif.










