KUNINGAN – Gubernur Jawa Barat H. Dedi Mulyadi, S.H., M.M., bersama Kapolres Kuningan AKBP Bellen Anggara Pratama, S.I.K., M.H., dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Kuningan turun langsung meninjau lokasi serta memantau penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), Desa Cibuntu, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, Kamis (22/10/2026).
Kegiatan monitoring dan peninjauan lapangan yang berlangsung dari pukul 13.15 hingga 14.38 WIB tersebut melibatkan unsur gabungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemkab Kuningan, TNI, Polri, BPBD, Sat Brimob Detasemen C Polda Jabar, Kodim 0615/Kuningan, Polhut, Masyarakat Peduli Api (MPA), Kelompok Tani Hutan (KTH), serta instansi terkait lainnya.
Berdasarkan laporan di lapangan, musibah karhutla ini bermula dari titik api di Blok Qiyongo pada hari Rabu (21/10/2026) sekira pukul 20.00 WIB, yang kemudian merambat dan meluas ke sejumlah blok lainnya, yakni Blok Panyusupan, Curug Juber, hingga Blok Gunung Dulang. Hingga saat ini, luas kawasan hutan dan lahan yang terdampak diperkirakan mencapai kurang lebih 50 hektare.
Dalam peninjauannya, Gubernur Jabar bersama petugas gabungan turut berjibaku melaksanakan upaya pemadaman di lokasi guna mengendalikan api secara bersama-sama serta mencegah perambatan yang lebih luas ke kawasan hutan lindung lainnya.
Kapolres Kuningan AKBP Bellen Anggara Pratama, S.I.K., M.H., melalui laporan resminya menyampaikan bahwa berkat kesigapan tim gabungan, sejumlah titik api di beberapa area seperti Blok Qiyongo, Blok Panyusupan, dan Curug Juber mayoritas telah berhasil dipadamkan.
“Kendati demikian, hingga saat ini masih terpantau titik api yang menyala di Blok Gunung Dulang. Oleh karena itu, petugas gabungan terus bersiaga melakukan penanganan dan pemantauan secara berkelanjutan,” ujar Kapolres Kuningan.
Mengingat kawasan TNGC memiliki fungsi krusial dalam menjaga kelestarian ekosistem, keanekaragaman hayati, dan keseimbangan lingkungan, penanganan terhadap musibah ini dilakukan secara serius dan terpadu. Selain fokus pada upaya pemadaman total di sisa titik api, pihak kepolisian bersama instansi berwenang juga akan mendalami serta melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab awal munculnya api di Blok Qiyongo, termasuk mengantisipasi kemungkinan adanya unsur kelalaian maupun kesengajaan.






