
Pagundan — Di tengah kesibukan masyarakat menjalani aktivitas sehari-hari, kehadiran polisi tidak selalu harus ditandai dengan sirene atau tindakan penegakan hukum.
Terkadang, rasa aman justru tumbuh dari sapaan sederhana, percakapan singkat, dan kesediaan untuk hadir tanpa jarak di tengah masyarakat.
Semangat itulah yang ditunjukkan jajaran Polsek Lebakwangi Polres Kuningan melalui patroli sambang dialogis di Desa Pagundan, Kecamatan Lebakwangi, Kabupaten Kuningan, Jumat (7/8/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Aiptu Hasanudin bersama Aiptu Esa Ismaya dan Aipda Dadan Wardhana turun langsung menyapa warga.
Dengan pendekatan humanis, personel kepolisian berdialog, mendengarkan berbagai informasi serta menyerap aspirasi masyarakat terkait kondisi keamanan dan ketertiban di lingkungan sekitar.
Bagi petugas, setiap percakapan dengan warga memiliki arti penting. Dari obrolan sederhana, polisi dapat mengetahui perkembangan situasi di lapangan, sekaligus membangun komunikasi yang menjadi fondasi terciptanya kamtibmas yang aman dan kondusif.
Warga pun diajak untuk tidak ragu menyampaikan informasi apabila menemukan potensi gangguan keamanan.
Petugas mengingatkan pentingnya menjaga kerukunan, meningkatkan kewaspadaan, serta tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum dipastikan kebenarannya.
Kapolres Kuningan AKBP Bellen Anggara Pratama, S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Lebakwangi Kompol Wawan Hernawan, menekankan agar personel terus hadir di tengah masyarakat dengan mengedepankan sikap humanis dan komunikasi yang terbuka.
“Polisi harus hadir bukan hanya ketika masyarakat membutuhkan pertolongan, tetapi juga hadir untuk mendengar dan menyapa. Kedekatan dengan masyarakat merupakan bagian penting dalam menciptakan keamanan bersama,” ujar Kapolsek Lebakwangi menyampaikan arahan Kapolres Kuningan.
Patroli sambang dialogis menjadi bukti bahwa menjaga kamtibmas dapat dimulai dari hal sederhana: menyapa tanpa jarak, mendengar tanpa prasangka, dan hadir dengan ketulusan.
Sebab terkadang, rasa aman tidak datang dengan suara keras. Ia hadir perlahan—melalui bisik damai antara polisi dan masyarakat yang saling menjaga.






