Polres Kuningan Polda Jabar – Dominasi kepolisian di jalanan lintas kabupaten semakin dipertegas melalui operasi skala besar yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Mandirancan. Bersama Aiptu Sandi, Bripka Irfan, dan Bripda Kevin, tim bergerak cepat mengamankan jalur vital antara Desa Nanggela (Mandirancan) dan Desa Sidawangi (Sumber, Cirebon) yang rawan aksi begal.
Langkah ini diambil guna menciptakan barikade keamanan yang tak tertembus oleh pelaku curas maupun curat yang sering memanfaatkan sepinya jalur lintas wilayah saat dini hari. Setiap kendaraan yang melintas diperiksa secara intensif guna menjamin keamanan masyarakat yang beraktivitas di jalanan penghubung dua kabupaten tersebut, Minggu (22/02/2026).
Di bawah sorot lampu biru rotator, Kapolsek Mandirancan memberikan arahan kepada Bripda Kevin untuk selalu waspada terhadap modus operandi baru pelaku kejahatan jalanan. Patroli ini bukan sekadar melintas, melainkan melakukan stasioner di titik-titik paling rawan untuk memberikan dampak psikologis bagi siapa pun yang berniat mengganggu ketertiban.
Aiptu Sandi dan Bripka Irfan secara bergantian melakukan pengawasan di area perbatasan guna mendeteksi masuknya kelompok geng motor dari wilayah tetangga. Sinergi tim di bawah pimpinan Kapolsek ini menjadi bukti nyata komitmen Polri dalam memberikan perlindungan maksimal bagi aset dan jiwa warga Mandirancan tanpa kompromi.
Pesan tegas tentang Harkamtibmas disampaikan oleh Kapolsek Mandirancan AKP Atang Mulyana, SE guna menjaga kewaspadaan jajaran di lapangan. Kapolres Kuningan AKBP Muhamad Ali Akbar, S.I.K., M.Si melalui Kapolsek Mandirancan AKP Atang Mulyana, SE menyampaikan agar jajaran waspada terhadap balap liar, geng motor, knalpot tidak standar, tawuran, kenakalan remaja, narkoba, kejahatan dan curanmor.
Operasi berakhir dengan laporan situasi perbatasan yang aman dan kondusif tanpa adanya gangguan yang menonjol. Melalui tangan dingin Kapolsek Mandirancan, masyarakat dapat merasakan hadirnya negara di tengah kegelapan malam, menjamin setiap langkah mereka bebas dari rasa takut akan kriminalitas.










