
Dua anggota Polsek Garawangi melaksanakan patroli di Desa Kadatuan pada Minggu (27/9/2026) sebagai bagian dari langkah antisipasi terhadap gangguan Kamtibmas. AIPDA Nandan dan BRIPKA Heri Kuseri memulai kegiatan sekitar pukul 10.00 WIB dan melaksanakannya hingga selesai. Sasaran patroli juga mencakup antisipasi C3, sebagaimana tercantum dalam laporan kegiatan. Selain memantau kondisi wilayah, keduanya menyampaikan pesan keamanan kepada warga yang ditemui. Imbauan mengenai antisipasi karhutla dan peningkatan siskamling turut menjadi bagian dari kegiatan tersebut.
Pelaksanaan patroli oleh dua anggota tersebut memperlihatkan adanya kombinasi antara kehadiran di lapangan dan komunikasi dengan masyarakat. Petugas tidak hanya menjalankan fungsi pemantauan, tetapi juga menggunakan kesempatan bertemu warga untuk menyampaikan ajakan menjaga Kamtibmas. Dalam laporan, masyarakat secara jelas diajak untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban. Tidak terdapat keterangan mengenai adanya peristiwa khusus selama interaksi berlangsung. Fokus kegiatan tetap pada patroli dan penyampaian pesan yang bersifat preventif.
Antisipasi terhadap C3 dilakukan bersamaan dengan perhatian terhadap gangguan Kamtibmas secara umum. Laporan tidak menyebut adanya kejadian C3 selama kegiatan maupun tindakan penanganan atas suatu peristiwa. Dengan demikian, patroli berada pada konteks pencegahan. Situasi yang diperoleh setelah kegiatan juga dicatat dalam keadaan aman dan kondusif. Catatan tersebut menjadi gambaran kondisi wilayah Desa Kadatuan ketika patroli dilaksanakan.
Di sisi lain, masyarakat menerima imbauan tentang karhutla. Pesan itu tidak disertai laporan kejadian kebakaran ataupun penanganan di lapangan, sehingga penyampaiannya tetap berada dalam kerangka antisipasi. Hal tersebut menunjukkan bahwa petugas membawa lebih dari satu pesan dalam patroli. Keamanan lingkungan, kewaspadaan terhadap gangguan, antisipasi karhutla, dan perhatian terhadap siskamling seluruhnya disampaikan dalam satu rangkaian kegiatan.
Ajakan meningkatkan siskamling menjadi salah satu bagian yang menempatkan warga sebagai pihak yang ikut berperan dalam menjaga lingkungan. Tidak ada rincian mengenai sistem siskamling di Desa Kadatuan, sehingga artikel tidak menambahkan informasi di luar laporan. Dokumentasi kegiatan menunjukkan salah satu anggota kepolisian berada bersama warga pada saat patroli. Gambaran tersebut mendukung keterangan bahwa komunikasi dan interaksi memang menjadi bagian dari kegiatan lapangan.
Setelah patroli dilaksanakan hingga selesai, tidak ada gangguan yang dilaporkan dan kondisi dinyatakan aman serta kondusif. Hasil tersebut menjadi penutup kegiatan AIPDA Nandan dan BRIPKA Heri Kuseri pada hari itu. Walaupun situasi terpantau aman, pesan kewaspadaan tetap disampaikan sebagai langkah menjaga kondisi tersebut. Antisipasi C3, gangguan Kamtibmas, karhutla, dan peningkatan siskamling menjadi poin yang saling melengkapi. Patroli di Desa Kadatuan pun berjalan sebagai kegiatan preventif yang disertai komunikasi langsung antara polisi dengan masyarakat.





