Polres Kuningan Polda Jabar – Kepedulian terhadap nasib para petani di akar rumput terus dibuktikan oleh jajaran personel Polsek Mandirancan lewat aksi nyata di lapangan. Pengawasan terhadap barang-barang bersubsidi milik negara menjadi atensi khusus kepolisian agar tidak ada oknum nakal yang memanfaatkan situasi untuk mencari keuntungan pribadi.
Aparat berbaju cokelat dengan dedikasi tinggi tampak duduk bersama para buruh tani guna menyerap keluh kesah seputar sarana produksi pertanian. Agenda sambang dialogis yang difokuskan pada pengawasan distribusi sektor pertanian ini bertempat di hamparan sawah Kelompok Tani Mekar Mulya Desa Seda pada hari Sabtu, 27 Juni 2026.
Bhabinkamtibmas Polsek Mandirancan Aiptu Mohamad Sandi Waluyo secara jeli berdiskusi mengenai mekanisme penebusan pupuk bersubsidi yang berlaku saat ini. Langkah ini diambil sebagai bentuk transparansi dan edukasi hukum agar para petani memahami hak-hak mereka dan tidak menjadi korban permainan harga di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
Melalui kedekatan emosional yang terbangun, petugas bhabinkamtibmas menyatakan kesiapannya untuk menjembatani koordinasi antara kelompok tani, penyuluh pertanian lapangan (PPL), dan pihak distributor. Dengan adanya pengawalan ketat dari kepolisian, diharapkan rantai pasok pupuk subsidi berjalan lancar tanpa hambatan birokrasi.
Kapolres Kuningan AKBP Muhamad Ali Akbar, S.I.K., M.Si. melalui Kapolsek Mandirancan AKP Atang Mulyana, S.E. menyampaikan pesan inti bahwa polri berkomitmen penuh melindungi hak-hak petani, serta memerintahkan anggota di lapangan untuk menindak tegas setiap bentuk penyalahgunaan pupuk bersubsidi demi menjaga stabilitas ekonomi pedesaan.
Kegiatan sambang pertanian ini diakhiri dengan komitmen bersama antara pihak kepolisian dan Kelompok Tani Mekar Mulya untuk saling memberikan informasi cepat jika ditemukan indikasi penyimpangan distribusi pupuk di lapangan.




