
Program Nasional Jembatan Garuda Merah Putih: Wujud Nyata Pemerataan Pembangunan Era Presiden Prabowo Subianto
Kuningan — Pembangunan jembatan menjadi salah satu bagian dari upaya memperkuat konektivitas dan membuka akses masyarakat di berbagai wilayah Indonesia. Pada 13 Agustus 2026, Presiden Prabowo Subianto meresmikan 3.395 jembatan yang dibangun TNI-Polri serta 3.000 sumber air bersih TNI Angkatan Darat. Pemerintah menyebut infrastruktur tersebut diarahkan untuk memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, termasuk membuka akses menuju desa, fasilitas kesehatan, fasilitas ekonomi, dan sekolah.
Dalam konteks tersebut, hadirnya Jembatan Perintis Garuda Merah Putih Tahap VI di Desa Pajawankidul, Kecamatan Lebakwangi, Kabupaten Kuningan, menjadi bagian dari cerita pembangunan infrastruktur yang menyentuh kebutuhan masyarakat di tingkat lokal.
Jembatan yang berada di Dusun Cikalong, Kampung Bojong Baledong RT 11 RW 03 tersebut resmi diresmikan pada Senin, 14 September 2026. Pembangunannya dimulai sejak 28 Juli 2026 dengan panjang 12 meter dan lebar 2,5 meter, serta melibatkan personel TNI dan masyarakat dalam semangat gotong royong.
Kehadiran jembatan diharapkan memberikan akses yang lebih mudah bagi masyarakat untuk menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari. Mobilitas warga, akses pendidikan, pelayanan publik, kegiatan sosial, hingga aktivitas ekonomi dapat ditunjang dengan konektivitas yang lebih baik.
Peresmian tersebut dihadiri Dandim 0615/Kuningan Letkol Arh Halda Prima Agung, S.Ip., M.Sc., M.Si., beserta pejabat Kodim 0615/Kuningan; Kapolres Kuningan yang diwakili Plt. Kapolsek Lebakwangi IPTU Kus Hermawan beserta anggota Polsek Lebakwangi; Camat Lebakwangi Eko Yuyud Mahendra, A.P., M.Si.; Danramil 1512/Lebakwangi Kapten Arh. Waris Hartoko beserta anggota; Kepala Desa Pajawankidul Abdul Rojak beserta perangkat desa; serta sekitar 70 tamu undangan dan masyarakat Dusun Cikalong.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan doa, dilanjutkan sambutan Kepala Desa Pajawankidul dan Dandim 0615/Kuningan. Peresmian kemudian ditandai dengan pengguntingan pita, dilanjutkan peninjauan jembatan serta ramah tamah.
Pembangunan infrastruktur dasar seperti jembatan memiliki arti penting bagi wilayah yang membutuhkan peningkatan akses. Kementerian Pekerjaan Umum juga menyatakan bahwa pembangunan jembatan diarahkan untuk memperkuat konektivitas serta mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan publik.
Kapolres Kuningan AKBP Bellen Anggara Pratama, S.I.K., M.H., melalui Plt. Kapolsek Lebakwangi IPTU Kus Hermawan, menyampaikan bahwa keberadaan jembatan diharapkan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Dengan adanya akses yang semakin baik, diharapkan mobilitas masyarakat menjadi lebih lancar dan berbagai aktivitas warga dapat berjalan dengan lebih mudah. Semangat gotong royong dan sinergi seluruh pihak menjadi bagian penting dalam menghadirkan pembangunan yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Jembatan Garuda Merah Putih di Pajawankidul pun tidak hanya dipandang sebagai sebuah konstruksi fisik. Bagi masyarakat, ia menjadi penghubung akses dan bagian dari upaya membuka kesempatan yang lebih luas dalam menjalankan aktivitas pendidikan, sosial, pelayanan publik, maupun perekonomian.
Dari pembangunan nasional hingga pelosok desa, jembatan menjadi penghubung antara akses dan kesempatan—membuka jalan bagi masyarakat untuk bergerak, berkembang, dan membangun masa depan.






