
Wujud Nyata Asta Cita: 2.500 Jembatan Perintis Garuda Bentangkan Konektivitas Nasional
Kuningan — Pembangunan infrastruktur hingga pelosok menjadi salah satu bagian penting dalam membuka akses dan memperkuat konektivitas masyarakat. Melalui Program Jembatan Perintis Garuda, pembangunan jembatan dilaksanakan melalui kolaborasi pemerintah dan TNI Angkatan Darat untuk menjangkau wilayah yang membutuhkan peningkatan akses serta konektivitas. Program ini diluncurkan dengan target 2.500 Jembatan Perintis Garuda dan 3.000 titik air bersih.
Semangat tersebut turut diwujudkan di wilayah Kodim 0615/Kuningan melalui pembangunan Jembatan Perintis Garuda Tahap VI di Dusun Cikalong, Kampung Bojong Baledong, Desa Pajawankidul, Kecamatan Lebakwangi, Kabupaten Kuningan.
Jembatan dengan panjang 12 meter dan lebar 2,5 meter tersebut mulai dibangun pada 28 Juli 2026 dan diresmikan pada Senin, 14 September 2026. Pembangunannya melibatkan personel TNI bersama masyarakat, mencerminkan semangat gotong royong dalam menghadirkan infrastruktur yang dibutuhkan warga.
Kehadiran jembatan ini diharapkan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama dalam memperlancar mobilitas, membuka akses terhadap pelayanan publik, mendukung kegiatan pendidikan, serta menunjang aktivitas sosial dan perekonomian warga.
Program Jembatan Perintis Garuda sendiri diarahkan untuk memperkuat konektivitas antarwilayah dan meningkatkan aksesibilitas masyarakat. Di sejumlah daerah, jembatan yang dibangun melalui program tersebut telah menjadi penghubung antardusun maupun antarwilayah yang sebelumnya menghadapi keterbatasan akses.
Peresmian Jembatan Perintis Garuda Tahap VI di Pajawankidul menjadi momentum yang memperlihatkan bahwa pembangunan infrastruktur dapat berjalan melalui sinergi berbagai pihak. TNI, pemerintah daerah, pemerintah desa, Polri, serta masyarakat bersama-sama mengambil bagian dalam menghadirkan akses yang lebih baik.
Kapolres Kuningan AKBP Bellen Anggara Pratama, S.I.K., M.H., melalui Plt. Kapolsek Lebakwangi IPTU Kus Hermawan, menyampaikan bahwa keberadaan jembatan tersebut diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung kelancaran aktivitas warga.
“Jembatan ini merupakan bagian dari upaya membuka akses dan memperlancar mobilitas masyarakat. Sinergi antara TNI, pemerintah, Polri dan masyarakat menjadi kekuatan penting dalam mendukung pembangunan yang memberikan manfaat langsung bagi warga,” ujarnya.
Lebih dari sekadar konstruksi fisik, Jembatan Garuda menjadi simbol keterhubungan—menghubungkan masyarakat dengan sekolah, tempat kerja, fasilitas pelayanan publik, sentra ekonomi, serta berbagai peluang untuk meningkatkan kesejahteraan.
Dari satu jembatan di pelosok Kuningan, terbentang sebuah pesan besar tentang pembangunan: ketika akses dibuka, kesempatan tumbuh; ketika konektivitas diperkuat, harapan masyarakat semakin terbuka.
Jembatan Perintis Garuda—membangun konektivitas, memperkuat gotong royong, dan menghadirkan pembangunan hingga ke tengah masyarakat.






