Fenomena geng motor dan balap liar yang kerap meresahkan masyarakat di berbagai daerah menjadi atensi khusus bagi jajaran kepolisian di wilayah hukum Polres Kuningan. Untuk mengantisipasi hal tersebut masuk ke wilayah hukumnya, Polsek Cilimus melakukan tindakan preventif dengan menggelar patroli skala sedang di jalur-jalur yang berpotensi menjadi tempat berkumpulnya kelompok pemuda tersebut.
Kehadiran personel kepolisian di jalanan pada dini hari merupakan bentuk deteksi dini untuk mencegah terjadinya bentrokan antar kelompok maupun aksi ugal-ugalan yang dapat membahayakan pengguna jalan lainnya. Polsek Cilimus berkomitmen untuk tidak memberikan ruang sedikitpun bagi aktivitas yang dapat merusak ketertiban umum di wilayah Kecamatan Cilimus.
Kapolres Kuningan AKBP Muhammad Ali Akbar, SIK, M.Si melalui Kapolsek Cilimus AKP Mohamad Faisal, SH menegaskan bahwa tindakan tegas namun humanis akan diambil terhadap siapa saja yang kedapatan mengganggu ketertiban. Patroli KRYD ini dirancang untuk memberikan efek jera serta rasa segan bagi para pelaku kriminalitas jalanan yang berniat melakukan aksi pada malam hari.
Selain fokus pada geng motor, patroli ini juga menyasar antisipasi tindak pidana C3 (Curat, Curas, dan Curanmor) yang sering terjadi di pemukiman warga saat dini hari. Pengawasan terhadap objek vital dan area parkir kendaraan juga menjadi bagian dari standar operasional prosedur yang dijalankan oleh personel di lapangan guna menekan angka kriminalitas secara efektif.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan pada hari Senin, 16 Maret 2026, yang dimulai dari pukul 02.00 WIB hingga selesai. Waktu tersebut dipetakan sebagai “jam rawan” berdasarkan data gangguan kamtibmas, di mana petugas kepolisian harus lebih ekstra dalam melakukan pemantauan di titik-titik yang minim penerangan jalan umum dan jauh dari keramaian.
Lokasi patroli dipusatkan di Desa Cilimus, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, yang meliputi jalur protokol serta jalanan desa yang sering dijadikan jalur pelarian oleh para pelaku tindak kejahatan. Dengan memetakan wilayah ini, Polsek Cilimus berharap dapat menutup celah bagi siapa saja yang ingin berbuat onar atau melakukan tindak pidana.
Personel yang dilibatkan dalam giat kali ini adalah IPDA Wiwid bersama Brigpol Guntur, yang dibekali dengan peralatan patroli lengkap dan kendaraan operasional. Keduanya bertugas melakukan penyisiran secara teliti dan memberikan teguran kepada kerumunan pemuda yang masih nongkrong hingga larut malam tanpa alasan yang jelas dan mendesak.
Dalam interaksinya, IPDA Wiwid dan Brigpol Guntur mengedepankan cara bicara yang santun namun tegas dalam menyampaikan pesan-pesan keamanan. Warga diingatkan untuk selalu mengunci ganda kendaraan bermotor mereka dan tidak keluar rumah sendirian pada jam-jam rawan jika tidak ada keperluan yang sangat mendesak demi keselamatan pribadi.
Kapolsek Cilimus AKP Mohamad Faisal, SH menambahkan bahwa keberhasilan menjaga kondusifitas wilayah sangat bergantung pada kecepatan informasi yang diterima oleh petugas. Oleh karena itu, melalui patroli dialogis ini, petugas juga mensosialisasikan nomor darurat yang bisa dihubungi sewaktu-waktu oleh warga jika melihat adanya pergerakan geng motor.
Hasil nyata yang diperoleh dari patroli ini adalah terciptanya suasana yang senyap dari kebisingan knalpot brong maupun aktivitas balap liar yang biasanya marak di waktu libur atau dini hari. Kehadiran mobil patroli dengan lampu rotator yang menyala biru terbukti efektif dalam mencegah niat pelaku kejahatan untuk melancarkan aksinya di wilayah Desa Cilimus.
Sepanjang pelaksanaan patroli hingga berakhirnya tugas, situasi di lapangan dilaporkan sangat kondusif tanpa ada gesekan atau insiden yang menonjol. Hal ini menunjukkan bahwa pola pencegahan melalui patroli dialogis lebih efektif dalam meredam potensi konflik dibandingkan dengan penindakan setelah kejadian yang sudah terlanjur menimbulkan kerugian.
Pihak Polsek Cilimus akan terus mengevaluasi rute dan waktu patroli secara dinamis mengikuti perkembangan situasi di lapangan. Komitmen ini merupakan bagian dari upaya besar Polres Kuningan dalam mewujudkan wilayah yang aman, nyaman, dan damai, sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitasnya dengan perasaan tenang tanpa dibayangi rasa takut.









