Polres Kuningan Polda Jabar – Di era digital saat ini, persebaran informasi yang sangat cepat seringkali dibarengi dengan munculnya berita bohong atau hoax yang dapat memicu keresahan masyarakat. Guna mengantisipasi hal tersebut, Polsek Mandirancan secara aktif memberikan edukasi kepada warga hingga ke tingkat blok agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.
Upaya ini dilakukan untuk menjaga harmonisasi dan ketenangan warga di lingkungan pedesaan agar tidak terpecah belah oleh isu-isu negatif. Kegiatan sosialisasi ini berlangsung interaktif pada hari Jum’at, 03 April 2026.
Aipda Sonita tampak berbincang akrab dengan warga dan penjual es buah di Blok Kasab, Desa Nanggela. Ia menekankan pentingnya prinsip “Saring sebelum Sharing” dalam menerima setiap informasi, terutama yang berkaitan dengan isu keamanan dan ketertiban umum.
Petugas mengingatkan bahwa berita hoax seringkali dirancang untuk menciptakan rasa takut dan saling curiga antar sesama warga. Dengan memberikan pemahaman yang tepat, diharapkan masyarakat Blok Kasab menjadi pemilih informasi yang cerdas dan tidak menjadi bagian dari penyebaran berita bohong tersebut.
Kapolsek Mandirancan AKP Atang Mulyana, S.E. dalam keterangannya menyebutkan bahwa literasi digital di tingkat desa sangat diperlukan untuk membentengi warga dari dampak negatif media sosial. Beliau mengapresiasi warga yang selalu mengonfirmasi setiap berita kepada pihak kepolisian.
Sesuai arahan Kapolres Kuningan AKBP Muhamad Ali Akbar, S.I.K., M.Si melalui Kapolsek Mandirancan AKP Atang Mulyana, S.E., jajaran kepolisian akan terus mendampingi warga dalam memilah informasi. Keamanan wilayah yang stabil dimulai dari pikiran masyarakat yang jernih dan bebas dari pengaruh hoax.









