“Santri dan Polsek Mandirancan Bersatu Tanam Jagung: Wujud Ketahanan Pangan di Kaki Gunung Ciremai”
Polres Kuningan Polda Jabar – Dalam upaya mendukung ketahanan pangan dan membangun sinergi antara aparat kepolisian, pemerintah desa, serta lembaga pendidikan Islam, pada Rabu, 06 Agustus 2025 pukul 09.00 WIB telah dilaksanakan kegiatan Penanaman Jagung Bersama Santri Serentak se-Jawa Barat yang bertempat di lahan milik Pondok Pesantren Anwarul Huda, Dusun 2 Blok Kliwon RT 006 RW 002, Desa Pakembangan, Kecamatan Mandirancan, Kabupaten Kuningan.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan swasembada pangan dan kemandirian ekonomi pesantren. Acara penanaman jagung ini tidak hanya menjadi momen seremonial, namun juga simbol kesungguhan dalam memanfaatkan lahan produktif demi kesejahteraan masyarakat pesantren dan sekitar.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolsek Mandirancan AKP Mohamad Faisal, SH, yang turut turun langsung ke lahan bersama para Kanit dan anggota Bhabinkamtibmas Polsek Mandirancan. Turut hadir pula Kepala UPTD Dinas Pertanian Kecamatan Mandirancan Ibu Lies Ernawati, S.Tp., M.P, Kepala Desa Pakembangan Bapak Jaenudin, Penyuluh Pertanian Bapak Fadhil, serta Pimpinan Ponpes Anwarul Huda Kyai Asep Saeful Rahman.
Para santri dari Pondok Pesantren Anwarul Huda tampak antusias mengikuti kegiatan ini, mencerminkan semangat gotong royong dalam membangun ketahanan pangan dari lingkungan pesantren. Kegiatan ini juga disambut baik oleh masyarakat sekitar yang berharap hasil panen dapat menjadi sumber ekonomi baru bagi pesantren.
Kapolsek Mandirancan AKP Mohamad Faisal, SH menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendukung program-program ketahanan pangan nasional, khususnya di wilayah hukum Polres Kuningan. “Sinergitas ini harus terus dijaga, karena keamanan dan ketahanan pangan adalah dua sisi yang saling menguatkan,” ujarnya.
Dengan latar pemandangan Gunung Ciremai yang memukau dan hamparan lahan subur, kegiatan penanaman jagung ini menjadi simbol harapan baru akan keberlanjutan pertanian di pesantren, serta mempererat hubungan antara kepolisian, petani, dan para santri sebagai generasi penerus bangsa.









