Polres Kuningan Polda Jabar – MTsN 2 Kuningan menjadi tuan rumah kegiatan pembinaan pelajar dan deklarasi anti bullying yang sangat penting. Kegiatan ini dihadiri oleh Kanit Samapta Polsek Garawangi, Iptu Bambang P, dan Ps Kanit Bin Kamsa Sat Binmas Polres Kuningan, Aiptu M. Khafid, S.Pd.I, M.Pd, serta Kepala MTsN 2 Kuningan, Bapak Saleh Suhana Setiamiharja, S.Pd, M.Pd. Pada hari Rabu, 14 Mei 2025,
Kegiatan pembinaan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada pelajar tentang pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan sekolah. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan pelajar dapat menjadi lebih sadar akan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban di sekolah.
Deklarasi anti bullying juga menjadi bagian penting dari kegiatan ini. Deklarasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran pelajar tentang bahaya bullying dan pentingnya menjaga lingkungan sekolah yang aman dan nyaman. Pelajar MTsN 2 Kuningan berkomitmen untuk tidak melakukan tindakan bullying dan akan saling menjaga dan menghormati satu sama lain.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh dewan guru dan komite sekolah, yang menunjukkan dukungan dan komitmen untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan pelajar MTsN 2 Kuningan dapat menjadi agen perubahan yang positif dan dapat menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari bullying.
Kepala MTsN 2 Kuningan, Bapak Saleh Suhana Setiamiharja, S.Pd, M.Pd, menyampaikan apresiasi kepada pihak kepolisian atas kegiatan pembinaan dan deklarasi anti bullying ini. Beliau berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran pelajar tentang pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban di sekolah.
Dengan kerja sama antara pihak kepolisian dan sekolah, diharapkan dapat menciptakan generasi muda yang sehat, cerdas, dan berkarakter. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya Polsek Garawangi dan Polres Kuningan untuk meningkatkan keamanan dan ketertiban di lingkungan sekolah.
Melalui kegiatan pembinaan dan deklarasi anti bullying ini, MTsN 2 Kuningan dapat menjadi contoh bagi sekolah lain dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari bullying. Dengan demikian, diharapkan pelajar dapat tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang positif dan mendukung.









