Bhabinkamtibmas Polsek Cilimus Sosialisasikan Harga Jagung Hibrida kepada Petani di Desa Bandorasa Kulon
KUNINGAN – Dalam upaya mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani, Bhabinkamtibmas Polsek Cilimus, AIPTU Maulana, S.H., menggelar kegiatan sambang sekaligus sosialisasi harga jagung Hibrida kepada warga petani di Dusun Wage, Desa Bandorasa Kulon, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, pada Jumat (8/8/2025).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program rutin Bhabinkamtibmas dalam mendampingi dan memberikan edukasi kepada masyarakat desa. Kali ini, fokus sosialisasi adalah menyampaikan informasi terkait harga jagung pipilan kering yang telah ditetapkan oleh pemerintah melalui Perum Bulog.
Dalam pertemuan tersebut, AIPTU Maulana menjelaskan bahwa harga jagung pipilan kering dengan kadar air 18–20 persen ditetapkan sebesar Rp 5.500 per kilogram di tingkat petani. Sementara untuk jagung dengan kadar air 14 persen yang diterima langsung oleh Bulog, harganya mencapai Rp 6.400 per kilogram.
Informasi tersebut disampaikan agar para petani mendapatkan kepastian harga hasil panennya, serta termotivasi untuk terus menanam jagung jenis Hibrida yang memiliki potensi hasil lebih tinggi. Hal ini juga diharapkan mampu menekan fluktuasi harga di lapangan yang sering kali merugikan petani kecil.
Sosialisasi ini disambut positif oleh para petani yang hadir. Mereka mengaku selama ini kurang mendapatkan informasi terkait harga resmi dari pemerintah, sehingga kerap menjual hasil panen dengan harga yang jauh lebih rendah kepada tengkulak.
Selain menyampaikan informasi harga, AIPTU Maulana juga memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kualitas jagung, terutama dalam hal kadar air. Ia menyarankan agar petani memperhatikan proses penjemuran dan penyimpanan, agar hasil panen bisa memenuhi standar Bulog.
“Kami ingin para petani di desa ini mendapatkan informasi yang benar dan lengkap. Jangan sampai karena kurangnya informasi, mereka dirugikan. Pemerintah sudah memberikan jaminan harga, sekarang tinggal bagaimana petani menjaga kualitas produksinya,” ujar AIPTU Maulana.
Ia juga mengajak petani untuk lebih semangat dalam menanam jagung Hibrida, mengingat varietas ini memiliki produktivitas tinggi dan nilai jual yang stabil. Dengan adanya jaminan harga dari pemerintah, petani tidak perlu lagi khawatir soal kepastian pasar.
Kegiatan ini sekaligus menjadi momen mempererat hubungan antara Polri dengan masyarakat desa. Sebagai ujung tombak kepolisian di tingkat desa, Bhabinkamtibmas aktif dalam mendukung berbagai program pembangunan, termasuk di sektor pertanian.
Kapolres Kuningan AKBP Muhammad Ali Akbar, SIK, M.Si melalui Kapolsek Cilimus, AKP Nurjani, S.E., membenarkan kegiatan tersebut dan menyatakan bahwa peran Polri saat ini tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa melalui edukasi dan pendampingan.
“Kami ingin kehadiran Polri benar-benar dirasakan masyarakat, tidak hanya dalam hal penegakan hukum, tetapi juga dalam kegiatan sosial dan ekonomi. Kesejahteraan petani adalah bagian dari stabilitas desa,” tegas AKP Nurjani.
Selama kegiatan berlangsung, situasi di wilayah Desa Bandorasa Kulon tetap aman dan kondusif. Para petani mengikuti sosialisasi dengan antusias dan aktif bertanya seputar harga jagung, proses pengeringan, hingga teknis pemasaran hasil panen mereka.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para petani di wilayah Kecamatan Cilimus semakin paham akan peluang pasar yang tersedia dan mampu meningkatkan produktivitas serta kualitas hasil pertaniannya demi kesejahteraan keluarga mereka.
Humas Polsek Cilius Polres Kuningan









