Bhabinkamtibmas Polsek Cilimus AIPTU Maulana Ulfa, SH Sosialisasikan Harga Jagung Hibrida kepada Petani di Bandorasa Kulon
Kuningan – Dalam upaya mendukung ketahanan pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan petani, Bhabinkamtibmas Polsek Cilimus melaksanakan kegiatan sambang serta sosialisasi harga jagung jenis Hibrida kepada warga petani. Kegiatan ini berlangsung di Dusun Wage, Desa Bandorasa Kulon, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, pada Jumat (8/8).
Sosialisasi ini dipimpin langsung oleh AIPTU Maulana, S.H., yang merupakan Bhabinkamtibmas untuk Desa Bandorasa Kulon dan Desa Setianegara. Kegiatan ini menjadi bagian dari tugas rutin Bhabinkamtibmas dalam mendukung program-program pemerintah, khususnya di sektor pertanian.
Dalam kesempatan tersebut, AIPTU Maulana menyampaikan informasi penting mengenai harga jagung pipilan kering yang telah ditetapkan oleh pemerintah melalui Perum Bulog. Informasi ini dinilai sangat krusial bagi petani untuk membantu mereka merencanakan musim tanam dengan lebih baik.
Menurut penjelasan AIPTU Maulana, jagung pipilan kering dengan kadar air antara 18 hingga 20 persen dihargai sebesar Rp 5.500 per kilogram di tingkat petani. Sementara itu, jagung dengan kadar air lebih rendah, yaitu 14 persen, yang dapat langsung diterima oleh Perum Bulog, dihargai sebesar Rp 6.400 per kilogram.
Petani yang hadir menyambut baik informasi ini. Mereka mengungkapkan bahwa selama ini harga jagung di pasaran seringkali tidak menentu, sehingga mereka kesulitan menentukan strategi tanam dan penjualan hasil panen. Dengan adanya harga acuan resmi dari pemerintah, mereka merasa lebih tenang dan bersemangat.
AIPTU Maulana juga memberikan arahan tentang pentingnya menjaga kualitas hasil panen, terutama dalam proses penjemuran dan penyimpanan jagung. Kualitas jagung yang baik akan memudahkan petani untuk memenuhi standar yang ditetapkan oleh Bulog, terutama dalam hal kadar air.
Selain itu, ia juga mendorong petani untuk mulai beralih ke jenis jagung Hibrida yang memiliki produktivitas lebih tinggi dibandingkan jenis lokal. Dengan jaminan harga yang telah ditentukan pemerintah, petani diharapkan lebih yakin dalam memilih komoditas unggulan seperti jagung Hibrida.
“Kami ingin para petani di desa ini bisa merasakan hasil yang lebih maksimal dari usaha mereka. Potensi jagung Hibrida cukup tinggi dan dengan harga yang jelas, semoga bisa meningkatkan pendapatan petani,” ujar AIPTU Maulana dalam sambutannya.
Tak hanya fokus pada pertanian, kegiatan sambang ini juga menjadi ajang mempererat hubungan antara aparat kepolisian dan masyarakat. Polri, melalui Bhabinkamtibmas, berkomitmen untuk hadir dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat, tidak hanya pada aspek keamanan semata.
Kapolres Kuningan AKBP Muhammad Ali Akbar, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Cilimus AKP Nurjani, S.E., membenarkan adanya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa keterlibatan Polri dalam kegiatan pertanian merupakan bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam mewujudkan kedaulatan pangan.
Menurut AKP Nurjani, peran Bhabinkamtibmas saat ini tidak lagi terbatas pada menjaga ketertiban dan keamanan saja, namun juga turut aktif mendorong kesejahteraan warga desa melalui berbagai bentuk edukasi dan pendampingan.
“Kami ingin kehadiran Polri benar-benar dirasakan oleh masyarakat, tidak hanya sebagai penjaga keamanan, tapi juga sebagai mitra dalam membangun kesejahteraan desa,” jelasnya.
Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan petani dapat lebih percaya diri dalam mengembangkan pertanian mereka, serta mampu menghasilkan komoditas jagung yang berkualitas tinggi sesuai standar nasional.
Humas Polsek Cilimus Polres Kuningan









