Polres Kuningan Polda Jabar – Dalam upaya menciptakan generasi muda yang disiplin dan bertanggung jawab, Kanit Binmas Polsek Garawangi, AIPDA Dedi Wahyudin, SH, melaksanakan kegiatan sebagai Pembina Upacara di SMP Negeri 1 Garawangi, Kabupaten Kuningan. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari program pembinaan dan penyuluhan kepada pelajar untuk mencegah keterlibatan remaja dalam perilaku yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kenakalan remaja). Senin, 26 Mei 2025
Dalam amanatnya, AIPDA Dedi menyampaikan beberapa poin penting yang menjadi perhatian bersama, baik bagi siswa, guru, maupun orang tua.
- Antisipasi Geng Motor dan Tawuran
AIPDA Dedi mengingatkan para siswa agar tidak mudah terpengaruh oleh ajakan untuk bergabung dalam kelompok yang rawan menimbulkan tindakan kriminal seperti geng motor dan tawuran pelajar. Ia menegaskan bahwa keterlibatan dalam aksi tawuran ataupun menjadi bagian dari geng motor dapat berujung pada proses hukum yang serius dan merusak masa depan. - Pencegahan Penggunaan Knalpot Tidak Standar (Brong)
Disampaikan pula mengenai pentingnya mematuhi aturan berlalu lintas, terutama terkait penggunaan kendaraan bermotor. AIPDA Dedi mensosialisasikan bahaya dan ketidaknyamanan yang ditimbulkan oleh knalpot brong, baik bagi lingkungan maupun masyarakat sekitar. Ia menekankan bahwa tertib berlalu lintas merupakan bagian dari kedisiplinan yang harus ditanamkan sejak dini. - Bahaya Penyalahgunaan Narkoba
Dalam kesempatan itu, siswa juga diberikan pemahaman tentang bahaya narkoba bagi kesehatan, mental, serta dampaknya terhadap masa depan generasi muda. AIPDA Dedi mengajak siswa untuk membangun keberanian menolak serta melaporkan jika mengetahui adanya penyalahgunaan atau peredaran narkoba di lingkungan sekitar mereka. - Bijak dalam Bermedia Sosial
Mengingat maraknya penyalahgunaan media sosial di kalangan remaja, AIPDA Dedi juga mengingatkan agar para pelajar lebih bijak dalam menggunakan platform digital. Ia menekankan pentingnya menghindari penyebaran berita hoaks, ujaran kebencian, maupun konten negatif lainnya yang dapat menimbulkan perpecahan serta konsekuensi hukum.
Kegiatan ini mendapatkan respon positif dari para siswa dan guru. Para pelajar memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai bahaya geng motor, tawuran, narkoba, serta pentingnya etika dalam bermedia sosial. Selain itu, terjalin komunikasi yang harmonis antara pihak kepolisian dan sekolah sebagai bentuk sinergi dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta membentuk karakter disiplin di kalangan pelajar.
Kapolsek Garawangi AKP Dede Kusnadi menyampaikan apresiasinya atas kegiatan ini dan berharap sinergi seperti ini terus ditingkatkan demi menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan kondusif.









