Polres Kuningan Polda Jabar – Menghadapi dinamika kejahatan yang semakin beragam, upaya pencegahan dini menjadi prioritas utama pihak kepolisian. Strategi jemput bola dilakukan dengan mendatangi pusat keramaian warga guna menyebarkan virus kewaspadaan. Langkah ini diambil agar masyarakat tidak menjadi korban dari niat jahat orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
Kehadiran petugas di Masjid Nurul Iman merupakan bagian dari deteksi dini terhadap potensi kerawanan yang ada di wilayah hukum Mandirancan. Kegiatan preemtif ini dilaksanakan pada hari Jum’at, 06 Maret 2026.
Salah satu ancaman yang paling diantisipasi adalah pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Masyarakat diingatkan untuk tidak meremehkan prosedur keamanan dasar saat memarkir kendaraan. Pemasangan kunci ganda dan penggembokan pintu gerbang rumah adalah tindakan preventif yang bisa menyelamatkan aset berharga milik warga.
Selain itu, antisipasi terhadap kenakalan remaja juga menjadi bahasan yang sangat mendalam. Kepolisian tidak ingin ada satu pun pemuda di Desa Randobawilir yang terlibat dalam aksi balap liar maupun tawuran yang merugikan masa depan. Pengawasan terhadap peredaran narkoba di lingkungan desa juga diminta untuk ditingkatkan secara ketat.
Kapolres Kuningan AKBP Muhamad Ali Akbar, S.I.K., M.Si melalui Kapolsek Mandirancan AKP Atang Mulyana, S.E menyampaikan bahwa aktifnya siskamling adalah senjata paling ampuh untuk menekan angka kriminalitas. Dengan adanya ronda malam yang konsisten, pelaku kejahatan akan berpikir dua kali sebelum melancarkan aksinya di wilayah tersebut.
Arahan terakhir mencakup antisipasi terhadap bencana alam akibat cuaca ekstrem. Masyarakat diminta waspada terhadap kemungkinan pohon tumbang dan banjir yang bisa terjadi sewaktu-waktu. Dengan kewaspadaan yang tinggi di segala bidang, diharapkan stabilitas kamtibmas di Desa Randobawilir dapat terus terjaga dengan prima.









