Polres Kuningan Polda Jabar – Menghadapi potensi kerawanan di wilayah pemukiman dan pertokoan pada awal Ramadhan 1447 H, Polsek Mandirancan menerapkan pola pengamanan zona sepi. Strategi ini difokuskan pada pengawasan ketat terhadap gedung-gedung perkantoran dan pertokoan yang ditinggalkan pemiliknya di Desa Cirea dan Desa Nanggela, guna mencegah terjadinya tindak pidana pencurian dengan pemberatan.
Aparat Polsek Mandirancan melakukan inspeksi mendadak ke titik-titik rawan gukamtibmas, memastikan sistem pengamanan mandiri di setiap obyek vital berfungsi dengan baik. Pengawasan ini dilakukan secara mobile untuk menjangkau wilayah yang lebih luas, memastikan tidak ada aktivitas mencurigakan di sekitar bangunan yang sudah tertutup rapat, Jum’at (20/02/2026).
Ketegasan petugas terlihat saat membubarkan kelompok pemuda yang masih nongkrong di depan ruko kosong guna mencegah berkembangnya aksi kenakalan remaja. Hal ini dilakukan sebagai langkah deteksi dini terhadap potensi tawuran maupun penyalahgunaan narkoba yang seringkali bermula dari kumpul-kumpul di tempat yang tidak semestinya pada dini hari.
Tindakan preventif juga diarahkan pada pencegahan balap liar dan aksi geng motor yang sering memanfaatkan jalanan kosong di sekitar Nanggela dan Cirea. Dengan kehadiran personel berseragam, ruang gerak bagi para pelaku kejahatan jalanan menjadi semakin sempit, memberikan proteksi maksimal bagi warga yang sedang bersiap untuk bersahur.
Kapolres Kuningan AKBP Muhamad Ali Akbar, S.I.K., M.Si melalui Kapolsek Mandirancan AKP Atang Mulyana. SE menegaskan agar warga waspada terhadap aksi kejahatan, curanmor, begal, dan narkoba. Pesan inti beliau juga menyoroti pentingnya kewaspadaan terhadap geng motor, balap liar, serta kenakalan remaja agar stabilitas kamtibmas di obyek vital tetap terjaga dari gukamtibmas lainnya.
Keberhasilan dalam menjaga obyek vital ini menjadi indikator kinerja kepolisian yang responsif terhadap keluhan masyarakat. Polsek Mandirancan memastikan akan terus berada di garis terdepan dalam menjaga keamanan aset warga, memastikan setiap malam di bulan suci berlalu tanpa gangguan kriminalitas yang berarti.










