BerandaPOLRIMembasuh Rasa Cemas di Bawah Rembulan Ramadhan, Upaya Unit Patroli Polsek Mandirancan...

Membasuh Rasa Cemas di Bawah Rembulan Ramadhan, Upaya Unit Patroli Polsek Mandirancan Padamkan Niat Jahat di Nanggela

Polres Kuningan Polda Jabar – Kegelapan malam seringkali menjadi selimut bagi mereka yang menyimpan niat buruk untuk merusak kedamaian orang lain. Namun, di wilayah hukum Mandirancan, kegelapan tersebut harus berhadapan dengan cahaya integritas dari para penjaga keamanan yang tak pernah membiarkan kota dan desanya terjebak dalam rasa takut, terutama di awal Ramadhan yang sakral ini.

Aipda Teguh memandu Unit Patroli Polsek Mandirancan menerjang dinginnya angin malam untuk menyambangi Alfamart dan Indomaret di Desa Nanggela. Kehadiran mereka seolah menjadi jangkar keamanan bagi para karyawan yang bekerja di bawah tekanan risiko pembobolan, memberikan sebuah keyakinan bahwa hukum dan perlindungan negara senantiasa hadir menemani langkah mereka, Kamis (19/02/2026).

Suasana sunyi di depan minimarket berubah menjadi medan diskusi yang sarat akan pesan kewaspadaan, di mana setiap jengkal area parkir diperhatikan dengan saksama demi menghalau pelaku curanmor. Petugas menatap tajam setiap sudut jalur desa, memastikan tidak ada ruang bagi begal atau geng motor untuk melakukan aksi pengecut yang dapat mencederai kehormatan bulan suci ini.

Patroli ini adalah sebuah perlawanan terhadap ketidakpastian keamanan, sebuah janji tertulis dalam tindakan nyata untuk melindungi masyarakat dari jeratan narkoba dan pengaruh buruk kenakalan remaja. Di setiap persimpangan, petugas siaga menghalau gemuruh knalpot brong dari balap liar yang mencoba mencuri ketenangan malam masyarakat Nanggela yang sedang bersiap menyambut sahur.

Kapolres Kuningan AKBP Muhamad Ali Akbar, S.I.K., M.Si melalui Kapolsek Mandirancan AKP Atang Mulyana. SE berpesan dengan sangat agar warga waspada terhadap pembobolan minimarket, curanmor, begal, dan bahaya narkoba. Pesan inti beliau mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk waspada dan mencegah aksi geng motor, balap liar, serta kenakalan remaja demi terjaganya marwah Ramadhan.

Ketika fajar mulai membayang, Unit Patroli kembali ke markas dengan rasa lega karena telah menjalankan tugasnya sebagai benteng terakhir keamanan. Di balik lelahnya raga petugas, tersimpan kepuasan bathin karena telah memastikan bahwa Ramadhan di Mandirancan tetap menjadi bulan yang damai, suci, dan terlindungi dari segala bentuk marabahaya.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments