Suasana masjid pada sore itu terasa hangat dan penuh kekeluargaan. Warga menyambut Bhabinkamtibmas dengan ramah, saling menyapa, dan berbagi senyum. Kehadiran Polri bukan sekadar formalitas, tetapi momen untuk menunjukkan bahwa mereka hadir sebagai bagian dari komunitas, bukan hanya sebagai pengawas keamanan.
AIPDA Epa Sukmana berkeliling menyapa jamaah, berbincang ringan dengan pemuda, dan menanyakan kondisi lingkungan sekitar. Pendekatan personal ini membuat warga merasa lebih dekat dengan aparat, sekaligus meningkatkan kepercayaan bahwa Polri peduli terhadap setiap individu di desa mereka.
Melalui Kapolsek AKP Mohamad Faisal, SH, Kapolres Kuningan AKBP Muhammad Ali Akbar, SIK, M.Si menekankan pentingnya komunikasi dua arah. “Kami tidak hanya ingin mengawasi, tetapi juga mendengar aspirasi masyarakat. Ramadan ini menjadi momentum memperkuat silaturahmi sekaligus menegaskan peran Polri dalam menjaga keamanan,” ujarnya.
Di sela-sela sholat berjamaah, Bhabinkamtibmas memberikan pesan edukatif tentang pentingnya menjaga toleransi antarwarga, menghargai perbedaan, dan bekerja sama dalam setiap kegiatan sosial. Pesan ini disampaikan dengan bahasa sederhana sehingga mudah dipahami oleh semua kalangan, termasuk anak-anak dan lansia.
Tokoh agama yang hadir turut menyemangati warga dengan tausiah tentang nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian sosial. Kehadiran mereka memperkuat pesan moral dan spiritual, sehingga setiap jamaah tidak hanya mendapat rasa aman, tetapi juga penguatan nilai-nilai keagamaan yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Pendekatan “sentuhan” yang diterapkan di Desa Kaliaren semakin menonjolkan sisi humanis Polri. Setiap warga diberi perhatian khusus, mulai dari mendengarkan keluhan kecil hingga memberikan arahan keamanan lingkungan. Hal ini membuat interaksi menjadi lebih hangat, bukan sekadar formalitas.
Protokol kesehatan tetap menjadi prioritas, namun hal ini tidak mengurangi keakraban jamaah. Masker, cuci tangan, dan jarak fisik tetap diterapkan, sementara kegiatan doa dan tausiah berjalan lancar. Warga menunjukkan disiplin dan kesadaran tinggi, mencerminkan sinergi yang harmonis antara keamanan, ibadah, dan kesehatan.
Kapolres melalui Kapolsek menegaskan bahwa kegiatan seperti ini akan terus dijalankan sebagai bagian dari strategi Polri untuk memperkuat rasa aman, nyaman, dan diterima di tengah masyarakat. Sinergi ini dianggap sebagai pondasi agar desa tetap kondusif, aman, dan bersatu.
Acara juga menjadi forum bagi warga dan aparat desa untuk menyampaikan informasi terkait potensi gangguan keamanan. Dengan komunikasi yang cepat dan terbuka, Polri dapat mengambil langkah preventif, sekaligus membangun kepercayaan masyarakat bahwa aspirasi mereka diperhatikan secara serius.
Seluruh rangkaian kegiatan diakhiri dengan doa bersama. Momen ini bukan hanya sebagai penutup, tetapi simbol kebersamaan antara masyarakat dan Polri. Setiap doa yang dipanjatkan turut menegaskan komitmen untuk menjaga keamanan, kerukunan, dan kedamaian selama Ramadan.
Dokumentasi kegiatan dikumpulkan untuk evaluasi internal dan publikasi. Hal ini membantu Polres menilai efektivitas pendekatan serta membagikan contoh positif kepada desa-desa lain, sehingga pola silaturahmi edukatif ini dapat diadopsi secara luas.
Dengan harapan yang tinggi, Kapolres Kuningan AKBP Muhammad Ali Akbar, SIK, M.Si melalui Kapolsek AKP Mohamad Faisal, SH menegaskan bahwa sinergi antara Polri dan masyarakat akan terus dipupuk. Bulan suci Ramadan menjadi momentum bagi warga dan aparat untuk saling peduli, membangun desa yang aman, nyaman, dan penuh kebersamaan.




