Polres Kuningan Polda Jabar – Manajemen lalu lintas yang efektif memerlukan penempatan personel yang presisi pada jam-jam rawan kemacetan. Polsek Mandirancan menerapkan strategi early warning dan penjagaan statis untuk mengantisipasi terjadinya penumpukan volume kendaraan yang signifikan. Langkah proaktif ini diambil sebagai bagian dari upaya memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat di jalur utama yang menghubungkan pusat pendidikan dan ekonomi.
Pemetaan dilakukan secara mendalam pada lima titik sentral yang menjadi jantung pergerakan massa di pagi hari. Personel diterjunkan ke Simpang Tiga Fajar Mandirancan, Simpang Tiga Lapang Bola, kawasan SMAN 1 dan SMPN 2 Mandirancan, hingga area Pasar Rakyat Cipancur Desa Sukasari untuk memastikan tidak ada hambatan mobilitas, pada hari Selasa (27/01/2026).
Di bawah arahan Kasium Polsek Mandirancan Aiptu Tatang Sentani, delapan anggota bergerak sesuai dengan skema ploting yang telah ditentukan. Koordinasi antar titik dilakukan secara intensif guna memantau pergerakan arus dari satu persimpangan ke persimpangan lainnya. Kehadiran personel secara serentak di titik-titik ini terbukti mampu mengurai potensi kemacetan bahkan sebelum kepadatan memuncak.
Kapolres Kuningan AKBP Muhamad Ali Akbar, S.I.K., M.Si. melalui Kapolsek Mandirancan AKP Atang Mulyana, S.E. menyatakan bahwa efisiensi kerja di lapangan sangat bergantung pada kesiapan personel sebelum aktivitas masyarakat dimulai. Pimpinan memberikan instruksi tegas agar setiap anggota mampu membaca dinamika lalu lintas dan segera mengambil tindakan diskresi kepolisian apabila diperlukan demi kelancaran bersama.
Laporan dari lapangan menunjukkan bahwa seluruh jalur utama di wilayah hukum Polsek Mandirancan berada dalam status hijau atau lancar terkendali. Strategi penggelaran personel ini sukses meminimalisir waktu tempuh masyarakat dan meningkatkan keamanan di zona-zona rawan, sekaligus menunjukkan profesionalisme Polri dalam manajemen operasional.





