Sinergitas Polri dan Instansi Terkait, Bahas Rencana Evakuasi Jasad Misterius di Gunung Ciremai
KUNINGAN – Penemuan jasad misterius di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) menggugah kepedulian berbagai pihak. Polsek Cilimus Polres Kuningan segera mengambil langkah cepat dengan menggelar rapat konsolidasi lintas instansi, Rabu (29/10/2025) malam.
Rapat berlangsung di jalur pendakian Linggajati, Desa Linggajati, Kecamatan Cilimus, dan dihadiri sejumlah perwakilan lembaga seperti TNI, Polri, BPBD, Balai TNGC, serta komunitas relawan AKAR. Kegiatan dipimpin langsung oleh Kapolsek Cilimus AKP Mohamad Faisal, S.H.
Dalam kesempatan tersebut, petugas BTNGC memaparkan temuan tim SMART Patrol yang tengah melaksanakan patroli di sekitar Grid 11K dan 12K. Mereka menemukan jasad pria dalam kondisi tidak utuh sekitar 200 meter dari puncak Linggajati.
Korban diperkirakan sudah meninggal lebih dari satu minggu. Tidak ditemukan tanda-tanda pendakian atau identitas diri. “Dugaan sementara, korban bukan pendaki,” ujar salah satu petugas BTNGC.
BPBD Kuningan menyatakan siap membantu proses evakuasi, namun menekankan pentingnya koordinasi teknis. “Medan berat, curam, dan licin. Kami menunggu instruksi dari kepolisian terkait waktu evakuasi,” jelas perwakilan BPBD.
Komunitas AKAR menambahkan, berdasarkan pantauan di pos pendakian, tidak ada pendaki yang dilaporkan hilang dalam beberapa minggu terakhir. “Kalau melihat kondisi korban, sepertinya bukan pendaki aktif,” ujar salah satu anggota AKAR.
Kapolsek Cilimus AKP Mohamad Faisal menegaskan, rapat konsolidasi ini merupakan langkah awal sebelum operasi kemanusiaan dilakukan. “Kami akan bentuk tim gabungan yang siap diterjunkan ke lokasi,” ucapnya.
Kasat Reskrim IPTU Abdul Azis yang turut hadir mengatakan, evakuasi akan mempertimbangkan kondisi medan dan keamanan tim. “Kami harus berhati-hati agar tidak ada korban tambahan,” ujarnya.
Pihak kepolisian juga akan melakukan identifikasi forensik setelah korban berhasil dievakuasi. “Kami berharap bisa segera menemukan identitas korban agar keluarga dapat diberitahu,” tambah IPTU Azis.
Rapat tersebut menekankan pentingnya sinergitas antarinstansi. Baik aparat keamanan maupun relawan sepakat menjadikan keselamatan personel sebagai prioritas utama.
Kapolsek Cilimus menegaskan bahwa misi ini adalah operasi kemanusiaan. “Kami bertugas tidak hanya menegakkan hukum, tetapi juga menjunjung nilai-nilai kemanusiaan,” ujarnya.
Evakuasi rencananya akan dilakukan dalam waktu dekat setelah semua persiapan logistik dan tim teknis lengkap. TNI–Polri, Basarnas, BPBD, dan BTNGC akan dikerahkan.
Rapat konsolidasi berlangsung lancar, dan seluruh pihak menyepakati pembentukan posko terpadu untuk memantau perkembangan di lapangan. “Setiap perkembangan akan kami laporkan ke Polres Kuningan,” pungkas AKP Faisal.









