KUNINGAN–Menghadapi derasnya arus informasi di era digital, Polres Kuningan terus berupaya meningkatkan kemampuan personel dalam mengelola komunikasi publik. Salah satunya melalui pelatihan kehumasan, jurnalistik, dan multimedia yang digelar di Resto Rageman, Kecamatan Cigugur, Kuningan, Kamis (5/11).
Kegiatan tersebut diikuti 32 personel dari jajaran Polres dan Polsek se-Kabupaten Kuningan. Pelatihan ini difokuskan pada peningkatan keterampilan personel, khususnya yang bertugas di bidang kehumasan, dalam memproduksi informasi, menulis berita, mengelola media sosial, hingga membangun komunikasi yang efektif dengan insan pers dan masyarakat.
Kasi Humas Polres Kuningan, AKP Mugiyono mengatakan, pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan kepolisian, terutama dalam menghadapi perkembangan teknologi informasi yang semakin cepat.
Menurutnya, kemampuan menyampaikan informasi secara tepat dan menarik menjadi kebutuhan penting bagi jajaran kehumasan kepolisian. Terlebih, masyarakat saat ini semakin mudah mengakses dan menyebarkan informasi melalui berbagai platform digital.
“Kami menyadari bahwa di era digital saat ini, arus informasi bergerak begitu cepat. Karena itu, personel kehumasan harus memiliki kemampuan yang memadai agar dapat menjadi corong informasi yang akurat, cepat, dan humanis,” ujar Mugiyono.
Ia berharap, melalui pembekalan tersebut, para peserta dapat mengembangkan kemampuan jurnalistik dan multimedia sehingga mampu menjalankan fungsi kehumasan secara lebih profesional. Sekaligus memperkuat hubungan komunikasi antara kepolisian, media, dan masyarakat.
Sementara Wakapolres Kuningan, Kompol Erida Kusumah, menegaskan bahwa keterampilan jurnalistik, fotografi, dan pengelolaan multimedia merupakan kompetensi penting yang harus dimiliki personel kehumasan Polri.
Menurutnya, penyampaian informasi kepada publik tidak cukup hanya mengandalkan kecepatan, tetapi juga harus memperhatikan ketepatan, daya tarik, serta aspek pertanggungjawaban informasi yang disampaikan.
“Pesan dari Bapak Kapolres, kemampuan jurnalistik dan fotografi menjadi hal yang sangat penting bagi jajaran kehumasan kepolisian. Informasi yang disampaikan harus cepat, akurat, menarik, dan dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu, personel dituntut terus meningkatkan kompetensi dan profesionalismenya,” ungkapnya.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi dari sejumlah praktisi media dan wartawan profesional, di antaranya Deffan Dede Purnama dari Media Tempo, M Syahri Romdhon dari Kompas TV, serta Iyan Irwandi dari Kabar Cirebon. Para narasumber memberikan pembekalan terkait keterampilan jurnalistik, teknik fotografi, serta pengelolaan konten multimedia untuk kebutuhan publikasi dan komunikasi publik.
Erida berharap, kesempatan tersebut dapat dimanfaatkan peserta untuk memperluas wawasan sekaligus memperoleh pengetahuan baru yang bisa langsung diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Ia juga meminta seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan serius, menyerap pengalaman dan ilmu dari para narasumber, serta mengembangkan kemampuan yang diperoleh untuk menunjang kinerja kehumasan di masing-masing satuan.
Lebih dari sekadar meningkatkan keterampilan teknis, pelatihan ini diharapkan mampu memperkuat peran kehumasan sebagai jembatan komunikasi antara Polri dan masyarakat. Dengan penyampaian informasi yang terbuka, profesional, dan humanis, kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian diharapkan semakin meningkat.
Melalui penguatan kapasitas tersebut, Polres Kuningan mendorong jajaran kehumasan agar semakin adaptif terhadap perkembangan media digital, sekaligus mampu menghadirkan informasi kepolisian yang edukatif dan mudah dipahami masyarakat.





