
GARAWANGI — Pelajar SMAN Garawangi diingatkan agar tidak mudah terpengaruh ajakan di media sosial yang berpotensi memicu konvoi maupun tawuran. Imbauan itu disampaikan dalam amanat upacara pada Senin, 19 Oktober 2026, melalui program Polisi Peduli Pendidikan.Kasium Merdanata Kusuma, S.E., mewakili Kapolsek Garawangi sebagai pembina upacara. Kegiatan yang dimulai pukul 07.00 WIB tersebut diikuti jajaran sekolah, termasuk kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, para guru, staf tata usaha, serta para siswa.Selain mengingatkan tentang ajakan tawuran, amanat juga memuat pesan agar siswa menjauhi geng motor, balapan liar, narkoba, minuman keras, dan obat-obatan terlarang. Para pelajar juga diajak untuk menggunakan media sosial secara bertanggung jawab dan tidak menyebarkan berita bohong.Siswa diminta segera melapor kepada pihak sekolah atau kepolisian jika mengetahui ajakan yang dapat mengganggu ketertiban. Kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar, serta menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran hukum di kalangan pelajar.





