JALAKSANA — Tawuran dan perkelahian antarpelajar masih menjadi masalah yang membutuhkan perhatian serius dari semua pihak. Polsek Jalaksana bergerak maju dengan melaksanakan sosialisasi pencegahan dan penanganan dini bersama pihak sekolah pada Senin, 05 Oktober 2026, pukul 08.00 Wib hingga selesai.
Dalam pertemuan dengan Kepala Sekolah, Guru BK, dan bidang Kesiswaan, disampaikan cara-cara mendeteksi tanda-tanda awal yang mengarah pada perkelahian antarpelajar. Perubahan perilaku, terbentuknya kelompok-kelompok yang tertutup, hingga adanya rasa permusuhan antar kelompok adalah hal-hal yang perlu segera mendapat penanganan.
Selain pencegahan konflik antarpelajar, materi pembinaan juga mencakup bahaya narkoba dan minuman keras, pencegahan perundungan, kedisiplinan berlalu lintas, serta penggunaan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab. Semua materi ini saling berkaitan dalam membentuk lingkungan sekolah yang harmonis dan aman.
Pihak sekolah diharapkan mampu menengahi dan menyelesaikan konflik antar siswa sejak dini sebelum berkembang lebih jauh. Sekolah juga diminta untuk membuka saluran komunikasi yang baik dengan orang tua, sehingga apabila ada siswa yang terindikasi berpotensi melakukan perkelahian, dapat segera disatukan langkah antara pihak sekolah, orang tua, dan kepolisian.
Kapolsek Jalaksana, AKP Imam Rubianto, menegaskan bahwa mencegah jauh lebih mulia daripada menengahi pertikaian. “Mari kita jaga anak-anak kita agar tidak terjebak dalam kekerasan. Lewat pembinaan ini, kita bangun kesadaran bersama. Polri bersama masyarakat, menciptakan lingkungan damai menuju Indonesia Emas,” ucapnya.
Polres Kuningan, Kuningan, Kapolres Kuningan, Polda Jabar.







