
Manggari, Kuningan — Cinta kepada Rasulullah SAW bukan sekadar ungkapan lisan, tetapi harus diwujudkan melalui keteladanan akhlak dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari. Pesan inilah yang mengemuka dalam Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Desa Manggari, Kecamatan Lebakwangi, Kabupaten Kuningan, Minggu, 16 Agustus 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Bola Voli Desa Manggari tersebut menjadi momentum penuh makna karena sekaligus dirangkaikan dengan Hari Jadi Desa Manggari ke-44 dan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. Suasana religius berpadu dengan semangat kebangsaan, menghadirkan kebersamaan antara pemerintah desa, TNI-Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda dan seluruh warga.
Hikmah Maulid disampaikan oleh KH. Oban Sobani, M.Si., yang mengajak masyarakat untuk membumikan kecintaan kepada Rasulullah SAW melalui sikap jujur, santun, sabar, peduli dan senantiasa menjaga persaudaraan. Keteladanan Rasulullah SAW dinilai sangat relevan menjadi pedoman menghadapi tantangan kehidupan di era modern.
Dalam kegiatan tersebut, Bhabinkamtibmas Desa Manggari Aipda Andi Rohendi hadir sekaligus menjalankan tugas pengamanan dan membangun komunikasi bersama masyarakat. Kehadiran Bhabinkamtibmas menjadi wujud nyata Polri dalam menjaga keamanan sekaligus mempererat hubungan dengan warga melalui pendekatan yang humanis dan penuh kekeluargaan.
Kepala Desa Manggari Marini, Anggota DPRD Fraksi PKS Kang Yaya, S.E., Babinsa Desa Manggari Serda Maman, Bhabinkamtibmas Desa Manggari Aipda Andi Rohendi, serta para tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan masyarakat turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Momentum Maulid Nabi juga menjadi refleksi bahwa semangat mencintai Rasulullah SAW harus berjalan seiring dengan semangat mengisi kemerdekaan. Jika akhlak Rasulullah menjadi teladan, maka persatuan, gotong royong, toleransi dan kepedulian sosial menjadi kekuatan untuk membangun desa dan bangsa.
Kapolres Kuningan AKBP Bellen Anggara Pratama, S.I.K., M.H. memberikan arahan melalui Kapolsek Lebakwangi Kompol Wawan Hernawan, agar jajaran Polri terus hadir di tengah masyarakat, memperkuat komunikasi, menjaga kondusivitas serta membangun sinergitas dengan seluruh elemen masyarakat.
Melalui peringatan ini, Cinta Rasul diharapkan tidak berhenti pada lantunan shalawat dan peringatan tahunan, tetapi benar-benar membumi dalam setiap tindakan—menebarkan kedamaian, menjaga persaudaraan, menjunjung keadilan, serta menghadirkan manfaat bagi sesama.
Cinta Rasul adalah keteladanan yang hidup. Syafaat adalah harapan. Dan akhlak mulia adalah jalan untuk mewujudkan masyarakat yang rukun, aman, berkarakter dan penuh keberkahan.








