
Maleber – Suasana berbeda terlihat di SMP Negeri 1 Maleber pada Jumat (7/8/2026) pagi. Kehadiran polisi di tengah-tengah para siswa bukan sekadar untuk memberikan imbauan, tetapi menjadi momentum membangun kedekatan, menanamkan nilai-nilai karakter, sekaligus memperkuat mental generasi muda.
Sejak pukul 07.00 WIB, para siswa dan siswi SMP Negeri 1 Maleber mengikuti kegiatan bimbingan karakter dan penguatan mental yang disampaikan langsung oleh Kapolsek Lebakwangi Kompol Wawan Hernawan. Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan komunikatif, sehingga pesan-pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh para pelajar.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Kanit Binmas Polsek Lebakwangi, Kepala SMP Negeri 1 Maleber, dewan guru dan staf sekolah, serta seluruh siswa dan siswi.
Di hadapan para pelajar, Kapolsek Lebakwangi menyampaikan berbagai materi penting yang berkaitan dengan kehidupan remaja dan tantangan yang mereka hadapi di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Salah satu perhatian utama adalah persoalan kenakalan remaja dan perundungan (bullying). Para siswa diberikan pemahaman bahwa tindakan mengejek, mengintimidasi, mengucilkan, maupun melakukan kekerasan terhadap teman bukanlah hal yang dapat dianggap sebagai candaan biasa.
Selain itu, para pelajar juga diberikan pemahaman mengenai anak yang berhadapan dengan hukum, baik sebagai korban maupun sebagai pelaku. Edukasi tersebut diharapkan dapat membuat para siswa lebih memahami konsekuensi dari setiap tindakan sekaligus berani melaporkan apabila menemukan adanya kekerasan atau tindak kejahatan di lingkungan sekitarnya.
Kapolsek juga mengingatkan siswa yang menggunakan kendaraan bermotor agar selalu mengutamakan keselamatan dan mematuhi aturan lalu lintas. Para pelajar diimbau untuk tidak menggunakan knalpot brong yang dapat mengganggu kenyamanan masyarakat serta berpotensi menimbulkan keresahan.
Tak kalah penting, para siswa diajak bersama-sama mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban, seperti tawuran antarpelajar, gerombolan bermotor, tindak kriminalitas, penyalahgunaan narkoba, serta berbagai perilaku menyimpang lainnya.
“Jadilah pelajar yang mampu menjaga diri, menjaga nama baik keluarga dan sekolah. Jangan mudah terpengaruh ajakan yang dapat merusak masa depan,” pesan Kapolsek kepada para siswa.
Para pelajar juga didorong untuk mengisi waktu luang dengan berbagai kegiatan positif, seperti olahraga, seni, kegiatan sosial, maupun aktivitas lain yang dapat mengembangkan bakat dan kreativitas.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Polri untuk hadir lebih dekat dengan dunia pendidikan. Polisi tidak hanya hadir ketika terjadi gangguan keamanan, tetapi juga berperan dalam memberikan edukasi, membangun karakter, dan menjadi mitra bagi sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman.
Arahan tersebut merupakan bagian dari perhatian Kapolres Kuningan AKBP Bellen Anggara Pratama, S.I.K., M.H., yang disampaikan melalui Kapolsek Lebakwangi Kompol Wawan Hernawan. Polri terus mendorong pendekatan yang humanis dalam membangun komunikasi dengan generasi muda.
Kehadiran polisi di sekolah pun diharapkan tidak lagi dipandang sebagai sesuatu yang menakutkan. Sebaliknya, sosok polisi diharapkan menjadi sahabat bagi para pelajar—tempat bertanya, berdiskusi, sekaligus menjadi teladan dalam membangun karakter generasi muda.
Dengan pendekatan yang humanis dan komunikasi yang dekat dengan siswa, pesan-pesan kamtibmas diharapkan tidak berhenti di ruang kelas, tetapi tumbuh menjadi kesadaran yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pak polisi datang, siswa senang. Sekolah pun menjadi ruang yang bukan hanya tempat menuntut ilmu, tetapi juga tempat bersama-sama membangun generasi muda yang berkarakter, disiplin, berprestasi, dan bebas dari kenakalan remaja.





