Polres Kuningan Polda Jabar – Di era digitalisasi dan keterbukaan informasi saat ini, penyebaran berita bohong atau hoax telah menjadi ancaman nyata yang dapat merusak persatuan bangsa. Oleh karena itu, kepolisian memandang perlu untuk melakukan edukasi literasi digital secara masif hingga ke pelosok desa guna melindungi masyarakat dari pengaruh negatif informasi menyesatkan. Pencegahan penyebaran berita palsu ini menjadi salah satu prioritas dalam menjaga kondusivitas wilayah.
Guna mewujudkan masyarakat yang cerdas informasi dan tanggap lingkungan, personel kepolisian diterjunkan langsung untuk memberikan edukasi dari pintu ke pintu. Petugas menyambangi kediaman Bapak Anwar untuk berdialog mengenai cara menyaring informasi yang benar serta pentingnya menjaga keamanan wilayah dari isu provokatif. Kegiatan literasi kamtibmas yang berlangsung dengan penuh antusiasme ini dilaksanakan di wilayah Desa Cirea pada hari Kamis, 17 Juli 2026.
Tujuan utama dari kegiatan edukasi informasi ini adalah untuk membekali masyarakat dengan kemampuan memilah antara berita yang valid dan berita yang bersifat provokatif atau bohong. Dengan masyarakat yang cerdas, maka potensi konflik sosial akibat adu domba informasi dapat ditekan seminimal mungkin. Selain itu, kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk memberikan imbauan praktis mengenai keselamatan lingkungan hidup sehari-hari.
Dalam kesempatan tatap muka tersebut, Bhabinkamtibmas Polsek Mandirancan Aipda Teguh Diantoro, S.H. secara detail memaparkan ciri-ciri berita hoax dan mengimbau warga untuk selalu melakukan cek fakta sebelum mempercayainya. Di samping masalah informasi, ia juga menyelipkan pesan penting agar warga waspada terhadap bahaya musim kemarau dengan cara tidak membakar sampah sembarangan untuk menghindari terjadinya musibah kebakaran lahan.
Sejalan dengan upaya tersebut, Kapolres Kuningan AKBP Muhamad Ali Akbar, S.I.K., M.Si. melalui Kapolsek Mandirancan AKP Atang Mulyana, S.E. memberikan pesan inti agar masyarakat bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak ikut menyebarkan berita yang belum jelas kebenarannya. Beliau juga menekankan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dengan mengantisipasi potensi Karhutla yang rawan terjadi selama musim kemarau ini.
Giat sambang edukatif ini diakhiri dengan komitmen dari warga untuk lebih berhati-hati dalam menerima informasi serta menjaga lingkungan sekitar dari bahaya api. Pertemuan ini berjalan dengan aman, tertib, dan dinilai sangat memberikan pencerahan bagi masyarakat setempat. Dengan adanya edukasi ini, diharapkan ketahanan informasi dan ketahanan lingkungan di desa tersebut dapat semakin kokoh menghadapi tantangan zaman.








