Polres Kuningan Polda Jabar – Dampak perubahan iklim global dan datangnya musim kemarau panjang memerlukan perhatian serius serta tindakan nyata dari seluruh lapisan masyarakat beserta aparat keamanan. Menjaga kelestarian lingkungan hidup bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah kewajiban mutlak demi keberlangsungan ekosistem sekitar. Oleh karena itu, kepolisian mengambil peran aktif untuk mengedukasi warga agar lebih peduli terhadap kondisi alam yang kian rentan.
Wujud kepedulian terhadap kelestarian alam ini ditunjukkan dengan dilaksanakannya aksi turun ke desa guna memberikan penyuluhan langsung mengenai wawasan lingkungan hidup kepada warga. Petugas mendatangi pemukiman dan menyambangi kediaman Bapak Anwar untuk berdiskusi mengenai langkah-langkah konkret penyelamatan lingkungan dari bahaya api. Kegiatan yang menitikberatkan pada aspek ekologis ini berlangsung di Desa Cirea pada hari Kamis, 17 Juli 2026.
Tujuan utama dari gerakan penyuluhan lingkungan ini adalah untuk membangun kesadaran kolektif masyarakat tentang bahaya laten kebakaran hutan dan lahan. Kepolisian berupaya menanamkan pemahaman bahwa satu tindakan kecil yang teledor dapat memicu bencana alam berskala besar yang merugikan kesehatan dan ekonomi. Melalui edukasi ini, diharapkan masyarakat dapat mengubah kebiasaan buruk yang berpotensi merusak alam sekitar mereka.
Dalam dialog interaktif tersebut, Bhabinkamtibmas Polsek Mandirancan Aipda Teguh Diantoro, S.H. mengimbau warga dengan sangat untuk menghentikan kebiasaan membakar sampah atau membersihkan lahan dengan cara dibakar. Di samping itu, ia juga mengingatkan agar warga tetap cerdas dalam bersosial media dan waspada terhadap polusi informasi berupa berita hoax. Kombinasi antara menjaga kebersihan alam dan kebersihan informasi menjadi fokus utama penyuluhan kali ini.
Menanggapi fenomena musim kemarau ini, Kapolres Kuningan AKBP Muhamad Ali Akbar, S.I.K., M.Si. melalui Kapolsek Mandirancan AKP Atang Mulyana, S.E. menyampaikan pesan pentingnya menjaga kelestarian bumi pertiwi. Beliau menegaskan bahwa perlindungan terhadap lingkungan dari ancaman Karhutla adalah tugas bersama, dan mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika melihat adanya indikasi kebakaran atau oknum yang sengaja merusak alam demi kepentingan pribadi.
Kegiatan penyuluhan lingkungan yang dikemas secara humanis ini berjalan dengan sukses dan mendapat respons yang sangat positif dari warga sekitar. Kesadaran untuk menjaga kebersihan tanpa harus membakar sampah mulai tumbuh sebagai komitmen bersama di tingkat desa. Dengan selesainya kegiatan ini, diharapkan Desa Cirea dapat menjadi pelopor desa tangguh bencana yang aman, asri, dan terbebas dari ancaman kebakaran lahan.








