Peristiwa kebakaran menimpa sebuah kandang ayam milik warga di Dusun 3 Cantilan RT 016 RW 005 Desa Sangkanmulya, Kecamatan Cigandamekar, Kabupaten Kuningan, pada Sabtu (11/7/2026) dini hari. Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 01.00 WIB tersebut menghanguskan bangunan kandang ayam berukuran 8 meter x 50 meter dengan konstruksi dua lantai beserta seluruh isi di dalamnya.
Kandang tersebut diketahui milik Usman Nurhidayat (37), seorang buruh tani/perkebunan asal Dusun Manis RT 006 RW 002 Desa Karangmuncang, Kecamatan Cigandamekar. Saat kejadian, kandang sedang digunakan untuk pemeliharaan anak ayam atau Day Old Chick (DOC) yang memerlukan proses pemanasan secara intensif menggunakan alat brooder berbahan bakar briket batu bara.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun di lokasi kejadian, proses brooding telah dimulai sejak Jumat (10/7/2026) sekitar pukul 16.00 WIB dengan menyalakan lima unit alat pemanas. Penyalaan kembali dilakukan sekitar pukul 21.00 WIB guna menjaga suhu kandang tetap stabil untuk kebutuhan ribuan DOC yang berada di dalam kandang.
Sekitar pukul 01.00 WIB, salah seorang karyawan bernama Heri melihat adanya kobaran api yang muncul dari salah satu alat pemanas atau brooder. Menyadari adanya bahaya kebakaran, Heri segera memberitahukan kepada pemilik kandang dan karyawan lainnya untuk melakukan upaya pemadaman secara mandiri menggunakan peralatan seadanya.
Namun, kondisi cuaca yang disertai hembusan angin cukup kencang menyebabkan api dengan cepat menjalar ke bagian bangunan kandang yang sebagian besar terbuat dari material mudah terbakar. Dalam waktu singkat, kobaran api membesar dan sulit dikendalikan oleh para pekerja yang berada di lokasi.
Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut turut membantu proses pemadaman sembari menghubungi perangkat desa dan instansi terkait. Informasi mengenai kebakaran kemudian diteruskan kepada Polsek Cilimus dan UPT Pemadam Kebakaran Kabupaten Kuningan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Laporan resmi diterima petugas sekitar pukul 02.38 WIB. Tidak lama kemudian, anggota piket Polsek Cilimus tiba di lokasi guna melakukan pengamanan area dan membantu penanganan awal. Selanjutnya dua unit kendaraan pemadam kebakaran diterjunkan menuju lokasi kejadian.
Petugas Damkar langsung melakukan upaya pemadaman secara intensif. Berkat kerja sama antara petugas dan warga sekitar, kobaran api akhirnya berhasil dikendalikan dan dipadamkan sekitar pukul 03.45 WIB setelah berlangsung selama kurang lebih satu jam.
Akibat kebakaran tersebut, seluruh bangunan kandang dua lantai berikut berbagai fasilitas penunjang peternakan tidak dapat diselamatkan. Sejumlah peralatan dan sarana produksi peternakan turut hangus terbakar sehingga menyebabkan kerugian materi yang cukup besar bagi pemilik.
Data yang diperoleh di lapangan menyebutkan bahwa di dalam kandang terdapat sekitar 11.000 ekor ayam, delapan unit mesin Hexost Pan ukuran 50 inci, instalasi kabel listrik sepanjang kurang lebih 50 meter, serta pakan ayam sebanyak delapan kuintal. Seluruhnya ikut terdampak akibat kebakaran tersebut.
Menurut Kapolres Kuningan AKBP Muhammad Ali Akbar, SIK, M.Si melalui Kapolsek Cilimus AKP Mohamad Faisal, SH mengatakan bahwa hasil pemeriksaan awal menunjukkan sumber api diduga berasal dari alat pemanas brooder yang digunakan untuk menghangatkan anak ayam atau DOC. Meski demikian, petugas tetap melakukan pendataan dan dokumentasi untuk memastikan seluruh fakta kejadian.
Kapolsek menambahkan bahwa tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Setelah proses pemadaman selesai, petugas Damkar melaksanakan pendinginan di sekitar lokasi guna mencegah munculnya kembali titik api. Sementara itu, total kerugian materi akibat kebakaran diperkirakan mencapai Rp460 juta dan situasi di lokasi kejadian saat ini dalam keadaan aman serta kondusif.









