BerandaPOLRIPerkuat Tiga Pilar Kamtibmas Lewat Jalur Religi, Kanit Propam Polsek Mandirancan Hadiri...

Perkuat Tiga Pilar Kamtibmas Lewat Jalur Religi, Kanit Propam Polsek Mandirancan Hadiri Tausiyah 1 Muharram 1448 H

Polres Kuningan Polda Jabar – Menjalin komunikasi dua arah yang konstruktif melalui jalur pendekatan keagamaan merupakan strategi jitu yang terus dipelihara oleh Polsek Mandirancan. Sinergi segitiga antara ulama sebagai pengayom spiritual, umaroh selaku pemegang kebijakan pemerintahan, dan Polri sebagai pelindung hukum terbukti menjadi fondasi paling kokoh dalam menangkal segala bentuk potensi disintegrasi di masyarakat.

Aksi penguatan kemitraan strategis tersebut diwujudkan secara nyata melalui kehadiran aktif dalam forum-forum pengajian dan tablig akbar di tingkat desa. Kegiatan menghadiri tausiyah dalam rangka menyambut malam pergantian tahun baru hijriyah 1 Muharram 1448 H ini dilangsungkan di halaman Kantor Kepala Desa Mandirancan pada Sabtu, 20 Juni 2026.

Hadir di lokasi acara, Kanit Propam Polsek Mandirancan Aiptu Munawan, S.H. duduk bersama Kepala Desa Mandirancan Bapak Didi Asmadi beserta para pemuka agama desa untuk menyerap aspirasi sekaligus pesan-pesan moral yang disampaikan dalam tausiyah. Interaksi yang akrab ini memperlihatkan bahwa Polri selalu siap bermitra dengan elemen mana pun demi kesejahteraan dan ketenteraman masyarakat desa.

Melalui media pengajian ini, kepolisian juga dapat menitipkan pesan-pesan perdamaian secara persuasif kepada para jamaah, mengingat peran ulama dan tokoh masyarakat sangat efektif dalam meredam gejolak sosial di lingkungan warga.

Pesan kemitraan yang mendalam disampaikan oleh Kapolres Kuningan AKBP Muhamad Ali Akbar, S.I.K., M.Si melalui Kapolsek Mandirancan AKP Atang Mulyana, S.E. yang menegaskan bahwa kemitraan dengan ulama dan kades adalah modal utama pertahanan kamtibmas. Kapolsek berpesan agar momentum 1 Muharram 1448 H ini dijadikan sarana untuk mempererat tali silaturahmi, serta memperkuat komitmen gotong royong dalam menjaga keamanan lingkungan dari pengaruh paham radikal maupun kenakalan remaja.

Pertemuan religi yang dikemas dalam suasana khidmat dan kekeluargaan ini berjalan sukses tanpa ada hambatan operasional di lapangan. Dengan berakhirnya acara, hubungan kemitraan antara Polsek Mandirancan, pemerintah desa, dan para ulama tercatat semakin solid dan siap mengawal agenda kemasyarakatan berikutnya.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments