Polres Kuningan Polda Jabar – Manajemen pencegahan potensi gangguan keamanan dan ketertiban umum di tingkat lembaga pendidikan keagamaan menjadi prioritas operasional yang dijalankan dengan tingkat disiplin tinggi oleh Polsek Mandirancan. Pihak kepolisian menyadari bahwa kompleksitas aktivitas di lingkungan pesantren menuntut adanya sistem proteksi dini yang mandiri dan terukur. Koordinasi ketat dengan jajaran satpam menjadi kunci utama untuk mengeliminasi potensi tindak kejahatan.
Mengemban misi taktis tersebut, Bhabinkamtibmas Polsek Mandirancan Aipda Johan Wahyudi Andas melaksanakan giat sambang terpadu ke jajaran personel satuan pengamanan. Langkah proaktif ini diambil guna memastikan jalur komunikasi darurat antara pihak kepolisian sektor dan pengamanan internal pondok tetap berjalan tanpa hambatan teknis. Agenda penyamaan langkah pencegahan kriminalitas ini dituntaskan pada hari Selasa, 19 Mei 2026.
Petugas kepolisian langsung melakukan evaluasi bersama satpam mengenai efektivitas pola penjagaan gerbang utama dan area pemukiman santri di Pondok Pesantren Al-Ikhlas Desa Pakembangan. Aipda Johan Wahyudi Andas menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap keamanan lingkungan pondok yang sering kali memiliki mobilitas tinggi pada waktu subuh dan malam hari. Kerja sama taktis ini penting untuk menciptakan lingkungan yang steril dari ancaman pencurian.
Dalam sesi dialogis tersebut, penekanan diberikan pada pentingnya menerapkan sistem satu pintu (one gate system) pada jam-jam rawan guna memperketat filterisasi pengunjung luar. Petugas juga memberikan pembekalan taktis mengenai tindakan pertama yang harus diambil satpam jika mendeteksi adanya indikasi aksi kejahatan, sehingga penanganan awal dapat berjalan sesuai prosedur hukum.
Melalui saluran komunikasi resmi, Kapolres Kuningan AKBP Muhamad Ali Akbar, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Mandirancan AKP Atang Mulyana, S.E., menegaskan pesan inti agar personel keamanan sekolah konsisten mengoptimalkan pengawasan di seluruh lingkungan yayasan serta selalu waspada terhadap berbagai aksi kejahatan. Sinergitas taktis ini harus terus dipelihara demi memberikan ketenangan bagi para wali santri dan pengasuh pondok.
Langkah koordinasi taktis ini membuahkan kesepakatan mengenai pembaruan jadwal kontrol area perimeter luar pesantren secara lebih intensif. Pihak keamanan swakarsa menyatakan siap bertindak cepat melaporkan setiap pergerakan orang mencurigakan ke pihak Bhabinkamtibmas. Kegiatan sambang dialogis berjalan dengan sangat lancar dengan situasi yang aman terkendali.









