Polres Kuningan Polda Jabar – Perlindungan terhadap masyarakat dari ancaman disintegrasi sosial akibat derasnya arus informasi palsu di dunia maya menjadi perhatian serius jajaran kepolisian. Di tengah kemudahan akses digital, berita bohong atau hoaks sering kali dirancang oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk memicu keresahan dan merusak kondusifitas wilayah. Polsek Mandirancan bergerak proaktif merangkul aparatur desa untuk menjadi agen penyaring informasi demi ketenteraman warga.
Misi penguatan literasi informasi di tingkat desa ini digelorakan oleh Bhabinkamtibmas Polsek Mandirancan Aipda Teguh Diantoro, S.H. saat melaksanakan tugas kewilayahan. Beliau melakukan kunjungan kerja dan komunikasi dialogis bersama para perangkat desa yang sedang bertugas melayani masyarakat setempat. Giat edukasi dan penyamaan visi kamtibmas yang berjalan interaktif ini dilaksanakan pada hari Selasa, 19 Mei 2026.
Petugas kepolisian membaur bersama pamong desa guna membahas langkah-langkah preventif dalam membentengi warga dari pengaruh negatif media sosial. Aipda Teguh Diantoro, S.H. mengingatkan bahwa perangkat desa memiliki peran sentral sebagai rujukan informasi bagi masyarakat, sehingga penting untuk memiliki pemahaman yang sama terkait bahaya penyebaran berita yang belum jelas kebenarannya sebelum disebarluaskan.
Selain menekankan kewaspadaan terhadap dunia digital, Bhabinkamtibmas juga menyisipkan imbauan fisik mengenai pentingnya pemeliharaan keamanan lingkungan melalui optimalisasi siskamling. Kombinasi antara keamanan dunia maya dan keamanan lingkungan nyata ini dinilai sebagai formula terbaik dalam mewujudkan stabilitas kamtibmas yang berkelanjutan. Warga diharapkan tidak lengah dalam mengawasi lingkungan sekitar pada jam-jam rawan.
Menyikapi tantangan arus informasi di pedesaan, Kapolres Kuningan AKBP Muhamad Ali Akbar, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Mandirancan AKP Atang Mulyana, S.E., menegaskan pesan inti bahwa sinergitas antara instansi kepolisian dan perangkat desa sangat vital dalam mengedukasi publik agar bijak bermedia sosial, sehingga wilayah Cirea tetap steril dari provokasi yang merugikan. Beliau berharap aparat desa aktif meredam isu-isu miring di masyarakat.
Koordinasi taktis yang dikemas humanis ini berjalan dengan sangat lancar dan menghasilkan komitmen bersama untuk menjaga iklim digital yang sehat di tingkat desa. Perangkat desa berjanji akan menyosialisasikan pentingnya konfirmasi ulang (tabayyun) atas setiap informasi kepada warga. Seluruh rangkaian kegiatan sambang dilaporkan berakhir dalam situasi yang aman dan penuh keakraban.









