Polres Kuningan Polda Jabar – Pendekatan Door to Door System (DDS) yang dikembangkan Polri kini menyasar tempat-tempat berkumpulnya warga, termasuk area sekolah saat jam antar-jemput siswa. Metode ini dinilai efektif untuk menjalin komunikasi dua arah antara polisi dengan lapisan masyarakat yang paling aktif dalam urusan rumah tangga.
Kegiatan sambang dialogis ini menjadi sarana tukar informasi mengenai situasi keamanan lingkungan desa secara mendalam. Pertemuan produktif ini berlangsung dengan penuh antusiasme pada hari Selasa, 11 Mei 2026.
Aipda Sonita memanfaatkan momen tersebut untuk memberikan imbauan kamtibmas terkait keamanan lingkungan sekolah dan pemukiman. Ia mengajak kaum ibu untuk lebih peka terhadap kehadiran orang asing di lingkungan mereka guna mencegah terjadinya tindak kriminalitas.
Isu penyebaran hoax juga menjadi bahasan utama, di mana warga diminta tidak mudah membagikan berita yang mengandung unsur SARA atau provokasi. Ibu-ibu diharapkan menjadi agen pendingin suasana (cooling system) di tengah masyarakat melalui informasi yang valid.
Kapolsek Mandirancan AKP Atang Mulyana, S.E. berpesan agar para ibu di Desa Nanggela memiliki kepedulian tinggi terhadap pola bermain anak agar tidak kecanduan gadget. Beliau menekankan bahwa pengawasan orang tua adalah filter terbaik dalam membendung dampak negatif teknologi bagi anak.
Kapolres Kuningan AKBP Muhamad Ali Akbar, S.I.K., M.Si melalui Kapolsek Mandirancan AKP Atang Mulyana, S.E. menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud Polri Presisi yang selalu aktif melakukan langkah preemtif demi kenyamanan warga.









