Letak geografis Cilimus yang berada di lereng Gunung Ciremai memberikan pemandangan alam yang indah, namun di sisi lain menyimpan potensi bencana alam seperti tanah longsor dan pohon tumbang saat cuaca ekstrem melanda. Intensitas hujan yang tidak menentu selama bulan Maret 2026 ini menuntut kesiapsiagaan personel Polri untuk beralih peran menjadi garda terdepan dalam penanggulangan bencana. Kesiapan alat evakuasi dan kecepatan respon petugas menjadi faktor penentu dalam meminimalisir jatuhnya korban jiwa maupun kerugian materiil bagi masyarakat yang tinggal di zona merah kerawanan bencana.
Kapolres Kuningan KBP Muhammad Ali Akbar, SIK, M.Si melalui Kapolsek Cilimus AKP Mohamad Faisal, S.H., telah memetakan beberapa titik kritis di sepanjang jalur wisata dan pemukiman yang memiliki kemiringan tanah cukup curam. Patroli rutin kini tidak hanya memantau kriminalitas, tetapi juga memantau rekahan tanah atau tanda-tanda alam yang menunjukkan adanya potensi pergeseran tanah setelah hujan lebat. Setiap anggota Bhabinkamtibmas diwajibkan memberikan edukasi kepada warga desa binaannya mengenai langkah-langkah evakuasi mandiri jika terjadi kondisi darurat di malam hari.
Koordinasi lintas sektoral dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan diperkuat guna memastikan ketersediaan alat berat yang siap digerakkan jika terjadi longsor yang menutup akses jalan utama. Kapolres Kuningan KBP Muhammad Ali Akbar, SIK, M.Si melalui Kapolsek Cilimus AKP Mohamad Faisal, S.H., menegaskan bahwa jalur ekonomi dan jalur mudik tidak boleh terputus lebih dari dua jam akibat material longsor. Skenario pengalihan arus lalu lintas telah disiapkan secara matang agar mobilitas masyarakat tidak terganggu total saat proses pembersihan material berlangsung.
Dalam setiap apel pagi, Kapolres Kuningan KBP Muhammad Ali Akbar, SIK, M.Si melalui Kapolsek Cilimus AKP Mohamad Faisal, S.H., memberikan arahan mengenai prosedur keselamatan bagi personel yang bertugas di lokasi bencana. Penggunaan alat pelindung diri dan teknik evakuasi yang benar sangat penting agar petugas tidak menjadi korban saat mencoba menolong orang lain. Soliditas dengan unsur TNI dari Koramil setempat menjadi kunci dalam mempercepat proses mitigasi dan penanganan dampak bencana di lapangan secara gotong royong.
Selain tanah longsor, ancaman pohon tumbang yang menimpa jaringan kabel listrik atau rumah warga juga menjadi prioritas pengawasan tim patroli Polsek Cilimus. Kapolres Kuningan KBP Muhammad Ali Akbar, SIK, M.Si melalui Kapolsek Cilimus AKP Mohamad Faisal, S.H., berkoordinasi dengan dinas kebersihan dan PLN untuk melakukan pemangkasan dahan pohon yang dianggap membahayakan keselamatan pengguna jalan. Langkah preventif ini terbukti efektif mengurangi angka kecelakaan akibat gangguan alam yang sering terjadi secara tiba-tiba saat angin kencang berhembus di wilayah pegunungan.
Kesiapan logistik darurat seperti tenda pengungsian, dapur umum, dan obat-obatan juga dicek secara berkala oleh Kapolres Kuningan KBP Muhammad Ali Akbar, SIK, M.Si melalui Kapolsek Cilimus AKP Mohamad Faisal, S.H., di gudang penyimpanan Polsek. Polri harus siap menjadi tempat berlindung bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal sementara akibat bencana alam. Pendekatan psikologis juga diberikan kepada korban bencana melalui tim trauma healing kepolisian agar mereka tidak larut dalam kesedihan dan dapat bangkit kembali pasca musibah terjadi.
Pemanfaatan radio komunitas dan grup WhatsApp desa menjadi sarana efektif dalam menyebarkan peringatan dini (early warning system) kepada masyarakat luas di Cilimus. Kapolres Kuningan KBP Muhammad Ali Akbar, SIK, M.Si melalui Kapolsek Cilimus AKP Mohamad Faisal, S.H., meminta setiap kepala desa untuk aktif memantau kondisi cuaca dan segera memberikan laporan jika terjadi peningkatan debit air sungai. Informasi yang cepat dan akurat adalah kunci utama dalam keberhasilan manajemen krisis bencana di tingkat kepolisian sektor.
Edukasi mengenai pentingnya menjaga lingkungan, seperti tidak membuang sampah ke saluran air dan melakukan reboisasi di lahan kritis, terus dilakukan oleh kepolisian sebagai solusi jangka panjang. Kapolres Kuningan KBP Muhammad Ali Akbar, SIK, M.Si melalui Kapolsek Cilimus AKP Mohamad Faisal, S.H., percaya bahwa mencegah bencana jauh lebih baik dan lebih murah daripada menanganinya setelah terjadi. Polri aktif terlibat dalam kegiatan penanaman pohon bersama komunitas pecinta alam sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian ekosistem di lereng Ciremai.
Selama masa Operasi Ketupat Lodaya, kerawanan bencana di jalur mudik menjadi fokus utama karena banyaknya pengendara yang tidak mengenal medan jalanan pegunungan. Kapolres Kuningan KBP Muhammad Ali Akbar, SIK, M.Si melalui Kapolsek Cilimus AKP Mohamad Faisal, S.H., menempatkan pos pantau tambahan di area rawan longsor yang dilengkapi dengan senter besar dan alat komunikasi satelit. Hal ini dilakukan agar bantuan dapat segera tiba di lokasi meskipun dalam kondisi cuaca buruk yang mengganggu sinyal seluler biasa.
Keterlibatan masyarakat dalam kelompok relawan tanggap bencana juga terus didorong dan dibina oleh unit Binmas Polsek Cilimus guna memperkuat pertahanan sipil. Kapolres Kuningan KBP Muhammad Ali Akbar, SIK, M.Si melalui Kapolsek Cilimus AKP Mohamad Faisal, S.H., memberikan pelatihan dasar pertolongan pertama kepada para relawan agar mereka memiliki kemampuan teknis yang memadai. Semangat kegotongroyongan warga Cilimus menjadi modal sosial yang sangat berharga dalam menghadapi setiap tantangan alam yang ada.
Evaluasi terhadap titik-titik rawan dilakukan setiap minggu berdasarkan laporan perkembangan cuaca dari BMKG guna menyesuaikan strategi penempatan personel di lapangan. Kapolres Kuningan KBP Muhammad Ali Akbar, SIK, M.Si melalui Kapolsek Cilimus AKP Mohamad Faisal, S.H., menekankan bahwa keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi yang harus dijunjung dalam kondisi apapun. Pengabdian tanpa batas ditunjukkan oleh jajaran Polri yang tetap bersiaga di bawah guyuran hujan demi memastikan warga tetap dalam kondisi aman.
Menutup narasi mengenai mitigasi bencana, situasi di wilayah Cilimus saat ini dilaporkan tetap terkendali meskipun curah hujan masih cukup tinggi di sore hari. Kapolres Kuningan KBP Muhammad Ali Akbar, SIK, M.Si melalui Kapolsek Cilimus AKP Mohamad Faisal, S.H., mengimbau wisatawan dan pemudik untuk selalu waspada dan tidak memaksakan diri berkendara saat terjadi badai. Kabupaten Kuningan tetap aman untuk dikunjungi, selama kita semua mampu bersahabat dengan alam dan selalu mengikuti arahan petugas keamanan di lapangan.








